Sabtu, 27 Mei 2017

Cara Budidaya Tanaman Ubi Jalar

Pada tempat dan wilayah tertentu, ubi jalar adalah salah satu komoditi bahan makanan pokok. Ubi jalar adalah komoditi pangan penting di Indonesia dan diusahakan penduduk mulai dari daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Tanaman ini mampu beradaptasi di daerah yang kurang subur dan kering. Sehingga tanaman ini bisa diusahakan orang sepanjang tahun, Ubi jalar bisa diolah menjadi berbagai bentuk atau macam produk olahan.

Untuk budidaya kita butuh menyiapkan bibit yang baik. Penyiapan bibit pada budidaya ubi jalar bisa dilakukan dengan dua cara pertama secara generatif yakni melalui umbi dan melaui vegetatif yakni dengan penyetekkan

Jangan Lewatkan : Menerima Pesanan Karung Merk Khusus, Merk Custom, Merk Sendiri

Cara Generatif
Cara generatif yaitu dengan cara menumbuhkan umbi. Caranya pilih umbi berkualitas baik dan sehat, kemudian dibiarkan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya. Tunas yang keluar dari umbi dipotong dan siap untuk dibesarkan. Cara generatif jarang dilakukan dalam budidaya ubi jalar skala luas. Cara ini dipakai untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas. Atau untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk.

Cara Vegetatif
Pembibitan dengan cara Vegetatif yaitu dengan cara stek batang. Metode ini dilakukan dengan cara  memotong batang  tanaman yang berumur di atas dua bulan dengan ruas yang pendek-pendek. Kemudian potong batang tanaman kira-kira sepanjang 15-25 cm. Pada setiap potongan minimal terbisa dua ruas batang. Potong sebagian daun-daunnya untuk mengurangi penguapan. Ikat batang yang telah distek tersebut dan biarkan selama satu minggu di tempat yang teduh. Perbanyakan dengan cara stek batang secara terus menerus akan menurunkan kualitas tanaman. Oleh karena itu, perbanyakan dengan stek hanya dianjurkan untuk 3 sampai 5 generasi penanaman.

Tanaman ini cocok pada tanah yang  lempung berpasir dengan kadar humus tinggi. Tanah jenis ini mempunyai drainase yang baik. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan tegalan atau bekas sawah. Pada lahan tegalan, budidaya ubi jalar cocok dilakukan diakhir musim hujan. Sedangkan untuk lahan sawah lebih cocok pada musim kemarau. Budidaya pada tanah kering dan retak-retak, akan menurunkan imunitas tanaman. Tanaman mudah terserang hama dan penyakit. Sebaliknya bila ditanam ditempat becek atau basah, umbinya akan kerdil, kadar serat tinggi, umbi mudah busuk dan bentuknya benjol.

Menanam ubi jalar relatif tidak membutuhkan pupuk yang banyak. Apalagi bila ditanam di lahan bekas sawah. Sebelum menanam ubi jalar, hendaknya tanah dibajak atau dicangkul supaya gembur. Kemudian bentuk bedengan setinggi 30-40 cm. Buat lebar bedangan 60-100 cm dengan jarak antar bedengan 40-60 cm.
Panjang bedengan mengikuti bentuk lahan. Untuk budidaya ubi jalar berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos yang diolah dengan fermentasi. Pupuk kandang yang bagus ialah campuran kotoran ayam dan sapi atau kambing talah diproses dengan fermentasi. Campurkan pupuk pada saat pembuatan bedengan dengan dosis 3 ton per hektar dan NPK 250 kg per Ha.
Setelah selesai pemberian pupuk pada lahan.

Tanaman Ubi jalar siap ditanam dengan cara membenamkan 2/3 stek batang kedalam tanah. Dalam satu bedengan terbisa dua baris tanaman. Jarak antar tanaman dalam satu baris 30 cm dan jarak antar baris 40 cm. Dibutuhkan sekitar 36 ribu batang untuk lahan seluas satu hektar.

Baca Juga : Cara Mengatasi Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Padi

Masa-masa pertama tumbuh diupayakan untuk menjaga kelembaban tanah. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari pada stek yang baru ditanam. Penyiraman bisa dihentikan setelah tanaman terlihat tumbuh, yang dicirikan dengan keluarnya daun baru. Tanaman ubi ialah tanaman yang tahan kekeringan. Intensitas hujan dua minggu sekali sudah cukup memberikan asupan air. Sehingga relatif tidak memerlukan penyiraman secara terus menerus. Setelah 2-3 minggu penanaman, periksa keseluruhan tanaman. Apabila terbisa tanaman yang gagal tumbuh segera sulam dengan tanaman baru.

Distributor Karung Bagor (Karung Roll)


Karung plastik/woven bags merupakan kemasan berwujud kantong yang merupakan hasil anyaman berbentuk melingkar (circular weaved Polypropylene). Karung plastik merupakan pengganti karung goni yang semula digunakan untuk mengemas berbagai bahan baku / hasil bumi. Kelebihan karung plastik adalah berbahan ringan dan lebih tahan terhadap air dibandingkan goni. Sejak kemunculannya, karung plastik dalam kurun waktu singkat telah mengambil alih fungsi karung goni dalam berbagai jenis usaha produksi.

Saat ini dalam perkembangannya karung plastik memiliki banyak jenis sesuai penggunaannya, antara lain:
1). Karung Putih Polos
2). Karung Transparan
3). Karung Laminasi (laminating)
4). Karung Kuning atau Cream (daur ulang)
5). Karung Bagor atau Karung Roll.

Karung Bagor(Karung Roll)
Karung bagor umumnya berbentuk roll atau layar, dengan berbagai ukuran lebar dan panjang tertentu. Karung bagor pada umunya digunakan untuk packaging/pengepakan barang di pertokoan, toko grosir, industri, ekspedisi, pergudangan, pabrik, mall, dll.

# Baca juga Pabrik Karung Putih Polos

Kami melayani kebutuhan karung bagor di Surabaya, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Tangerang, Medan, Balikpapan, Makassar, Bali, Manado, Flores, Papua dan seluruh wilayah Indonesia lainnya.

Karung Bagor/Roll atau Layar
Saat ini tersedia 3 macam ukuran:
- karung bagor ukuran 1,2m x 50m  
- karung bagor ukuran 1,2m x 70m
- karung bagor ukuran 1,2m x 90m
* Minimal order 20 roll = 1 ball.

# Jangan lewatkan Jual Karung Transparan Harga Murah

Kami menyediakan karung bagor/karung layar dengan harga ekonomis terjangkau. Dapatkan harga karung roll lebih murah disini, karena barang langsung dari pabrik karung plastik. Kami distributor karung plastik, pabrik karung plastik di Surabaya, melayani kebutuhan berbagai jenis karung plastik (woven bags).

Informasi harga karung bagor (karung roll/karung layar) silahkan klik DISINI.
Atau langsung hubungi kami di: 0852 3392 5564 - 0877 0282 1277 - 0877 0282 1277.

Jumat, 26 Mei 2017

Cara Mengatasi Hama Ulat Grayak Pada Tanaman Padi


Banyak jenis hama yang bisanya menyerang tanaman pada. Salah satunya dalah hama ulat. Ulat “Grayak” sangat ditakuti oleh petani karena setiap musim panen hama ini selalu ada. Ulat “grayak” ini menyerang tanaman padi pada semua usia. Serangan terjadi pada malam dan siang harinya, larva ulat “grayak” bersembunyi pada pangkal tanaman, dalam tanah atau di tempat-tempat yang tersembunyi. Seranga ulat ini memakan helai-helai daun dimulai dari ujung daun dan tulang daun utama ditinggalkan sehingga tinggal tanaman padi tanpa helai daun. Pada tanaman yang telah membentuk malai, ulat “grayak” kadang-kadang memotong tangkai malai, bahkan ulat “grayak” ini juga menyerang padi yang sudah mulai menguning . Batang padi yang mulai menguning itu membusuk dan mati yang akhirnya menyebabkan kegagalan panen.

# Baca juga Hama Putih Pada Tanaman Padi

Ulat grayak atau yang dikenal pula dengan sebutan army worm (ulat tentara) dikenal sebagai hama yang penyebarannya dijumpai hampir di seluruh pertanaman padi di Indonesia yang meliputi areal cukup luas. Selain persebarannya yang cepat, ulat ini juga dikenal cukup tahan terhadap pestisida. Jika sudah menyerang tanaman Serangga ulat “Grayak” perlu diwaspadai karena pada siang hari tidak tampak dan biasanya bersembunyi di tempat yang gelap dan didalam tanah, namun pada malam hari melakukan serangan yang hebat dan bahkan dapat menyebabkan kegagalan panen, mungkin itulah sebabnya maka serangga ini disebut sebagai ulat grayak.

Pada lahan sawah yang kering sering sekali terserang oleh hama ulat grayak oleh karena itu, untuk pengendalian ulat grayak ini kondisi tanah sawah hendaknya diari dan perlu pengamatan lebih awal agar tidak terjadi serangan yang hebat. Pengamatan awal dapat dilakukan dengan cara apabila ada kupu-kupu atau ngengat serta terlihat adanya telur serangga dapat dilakukan dengan cara mekanis yaitu menangkap kupu-kupu dengan menggunakan jaring serta membunuh telur-telur serangga yang dijumpai. Meskipun umur larva atau ulat grayak ini berkisar 20 – 26 hari, namun perlu diwaspadai karena larva atau ulat ini dapat menyerang hampir semua tanaman termasuk padi pada semua stadium pertumbuhan. Setelah 20 – 26 hari ulat ini hidup dan menyerang tanaman, maka ia akan berubah menjadi kepompong dan selanjutnya berubah jadi kupu-kupu. Kupu-kupu bertelur dan setelah 4 sampai 5 hari akan menetas menjadi ulat atau larva yang akan menyerang tanaman.

Hama ini adalah salah satu hama yang akhir-akhir ini banyak menyerang tanaman padi. Dahulu ulat ini sering disebut sebagai ulat tentara. Menyerangnya pada malam hari, sedangkan pada siang hari ulat ini bersembunyi dibawah tanaman padi atau di dalam tanah Selain menyerang tanaman padi ulat ini dapat pula menyerang tanaman lain seperti tanaman jagung, gandung dan tanaman sayur-sayuran.

Ada tiga jenis ulat grayak yang kita kenal yaitu; Ulat Grayak kelabu (Leucania unipuncta), Ulat Grayak coklat hitam (Spodoptera maurita) dan ulat Grayak bergaris kuning (Laphygma exemta). Masing-masing ulat tersebut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ulat Grayak Kelabu (Leucania unipuncta). Ulat ini bertelur dalam kelompok yang terdiri dari 90-230 butir rata-rata 100 butir yang dilindungi oleh suatu substansi yang berwarna putih, diletakkan pada upih atau tangkai daun padi. lama stadium telur 7-9 hari. Larva berwarna kelabu dengan kepala coklat hitam, mempunyai enam instar, stadium larva 28 hari, kepompong umunya berada di dalam tanah dan stadium larvanya mencapai 29 hari atau rata-rata 16 hari. sehingga siklus hidup secara keseluruhan selama 30-36 hari.

2. Ulat Grayak Coklat Hitam (Spodoptera maurita) Ulat Grayak ini bertelur sebanyak 150-200 butir yang diletakkan berkelompok pada permukaan bawah daun padi atau rumput. Stadium telur 5-9 hari. Larva ulat ini berwarna coklat sampai coklat hitam dan pada punggungnya terdap[at tiga garis yang berwarna lebih muda mempunyai, tingkatan hidup atau instar sampai lima, Stadium larva selama 22 hari, kelompong diletakkan di bagian bawah, berwarna coklat gelap, stadium kepompong 10-14 hari. Sedangkan siklus keseluruhan antara 20 -31 hari.

# Jangan lewatkan Cara Mengatasi Hama Lalat Pada Bibit Tanaman Padi

3. Ulat Grayak bergaris kuning (Laphygma exemta) Pada ulat Grayak ini telur diletakkan pada permukaan daun padi, jumlah telur 150-200 butir yang diletakkan secara berkelompok. Lamanya stadium telur 2-3 hari, larva sampai instar enam lama stadium larvanya 11-12 hari. Pupa umumnya berada dalam tanah, lama stadium pupa 5-10 hari. Sehingga siklus hidup secara keseluruhan selama 20-30 hari.

Gejala serangan ulat grayak Ulat grayak coklat hitam, biasanya menyerang pesemaian padi yang sudah tua, semula yang diserang hanya pada bagian pinggirnya saja, akan tetapi kemudian pada seluruh pesemaian akan diserangnya pula. Sedangkan ulat grayak kelabu biasanya menyerang tanaman padi di areal pertanaman. Tanaman padi yang diserang umumnya tanaman padi yang sudah tua, dengan memakan daun daunnya, tangkai daun putus bahkan tanaman padi muda bisa menjadi habis.

Ulat Grayak bergaris kuning justeru yang dimakan atau yang diserang tanaman padi yang masih muda. Selaian itu juga ulat ini dapat menyerang tanaman jagung, tebu, padi gogo dan tanaman palawija lainnya. Cara mengatasi serangan ulat grayak Ada beberapa cara untuk mengatasi serangan hama ulat grayak ini antara lain :
1. Secara fisik, yaitu dengan jalan mencari ulat-ulat tersebut kemudian ditangkap dan dibunuhnya. Hal ini dapat dilakukan apabila intensitas serangannya masih sangat ringan atau rendah.

# Penting, Karung Beras & Karung Laminasi

2. Pada saat pertumbuhan pada fase vegetative, lakukan pengamatan di lapangan. apabila dalam pengamatan di dapatkan ulat grayak sebanyak 2 ekor untuk tiap meter persegi, maka pemberantasan dengan menggunakan insektisida harus segera dilakukan. Dalam melakukan penyemprotan ini harus diperhatikan beberapoa hal antara lain:
a. Lakukan penyemprotan pada saat ulat grayak ini keluar dari tempat persembunyiannya yaitu pada waktu pagi hari atau sore hari.

b. Ikuti petunjuk-petunjuk yang tertera pada label bungkus insektisida yang digunakan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengggunaannya. Adapun insektisida yang dapat digunakan untuk pemberantasan ulat ngrayak ini antara lain; Agrothion 50 EC, Azodrin 15 WSC, Ambush 2 EC. Basudin 60 EC. Bayrusil 250 EC dan insektisida lainnya.

Rabu, 24 Mei 2017

Cara Mengatasi Hama Putih Pada Tanaman Padi


Hama putih menyerang tanaman yang berumur lebih dari 6 minggu. Ciri khas yang bisa dilihat sebagai tanda hama putih adalah adanya tabung-tabung yang terbuat dari daun tanaman padi yang tergerek yang berisi larva dan kepompong yang digunakan untuk perlindungan diri dan penyebaran dalam mencari makan. Biasanya tabung-tabung tersebut banyak terapung di areal persawahan. Berbeda dengan hama putih palsu yang hanya menggulung tanaman tanpa memotongnya dan menggerek klorofilnya.

Cara pengendalian hama putih ini bisa dengan cara membersihkan rumput-rumputan yang merupakan tanaman inang hama putih. Tanaman inang hama putih diantaranya adalah rumput lempuyangan dan rumput asinan. Cara mengendalikan yang paling efektif menurut kami adalah dengan cara mengeringkan lahan selama 5-7 hari. Karena larva dari hama putih ini bernafas dengan cara mengambil oksigen dari dalam air sehingga kalau dikeringkan hama ini akan kehilangan oksigen atau tidak bisa bernafas. Ada cara yang lain, yaitu mengumpulkan larva dan pupa hama putih tersebut lalu menguburnya.

# Baca juga Cara Jitu Membasmi Hama Wereng Pada Tanaman Padi

Warna ngengat putih, panjang sayap 6 mm dan rentang sayap 15 mm. Muncul pada waktu malam hari dan tertarik cahaya. Telurnya berbentuk bulat berwarna kuning muda. Telur diletakkan berkelompok pada daun atau pelepah yang berdekatan dengan permukaan air, jumlah telur 10-20 butir/kelompok. Satu ekor ngengat dapat menghasilkan 50 butir telur. Stadium telur 2 sampai 6 hari
Larva atau Ulat  pertama berwarna krem dengan ukuran rata-rata panjang 1,2 mm dan  lebar 0,2 mm dengan kepala berwarna kuning. Larva membuat gulungan dari daun yang dipotog dan tinggal dalam gulungan tabung tersebut. Setiap ganti kulit berganti tabung. Rata-rata stadium 20 hari dan mengalami 5 instar. Instar dua berwarna hijau. Pada pertumbuhan maksimum panjang larva mencapai 14 mm dan lebar 1,6 mm.

Sedangkan Pupa atau Kepompong memiliki  warna krem, menjelang menjadi ngengat warna berubah menjadi putih. Pupa terbentuk dalam tabung. Rata-rata rata-rata stadium 7 hari. Parasit pupa adalah Tetrastichus sp dan Apsilops cintroticus.
Untuk mengidentifikasi tanaman yang terserang hama tanaman ini adalah Periksa tanaman untuk gejala berikut:
1. longitudinal dan transparan garis-garis keputihan pada daun rusak
2. Daun tubular dilipat
3. Ujung daun kadang-kadang diikat ke bagian basal daun
4. Bidang sangat penuh muncul hangus dengan banyak daun dilipat.
5. Daun rusak
6. Larva lipat daun.

Juga memeriksa keberadaan serangga, khususnya selama anakan berbunga.
Tanda-tandanya bisa seperti :
1. Berbentuk cakram bulat telur telur diletakkan secara tunggal,
2. Muda makan larva pada dasar daun yang belum dibuka termuda,
3. Daun dilipat melampirkan larva makan, dan
4. Hadir kotoran.

# Jangan lewatkan Manfaat Karung Beras Yang Multi Fungsi

Kerusakan yang disebabkan oleh leaffolders mungkin penting ketika mempengaruhi lebih dari setengah dari daun bendera dan dua daun termuda berikutnya di setiap anakan. Pada fase vegetatif, tanaman umumnya dapat pulih dari kerusakan; tapi ketika leaffolders menduduki pada fase reproduksi, kerusakan dapat ekonomis penting. Maka kerusakan tinggi pada daun bendera dapat menyebabkan kehilangan hasil.

Kebanyakan awal musim penggunaan insektisida memiliki keuntungan ekonomi sedikit atau tidak ada. Sebaliknya, hal ini dapat menyebabkan gangguan ekologi dalam proses pengendalian alami biologis, sehingga meningkatkan perkembangan hama sekunder, seperti wereng.
Untuk mencegah wabah leaffolder:
1. Gunakan varietas tahan. (Hubungi kantor pertanian setempat untuk daftar up-to-date dari varietas yang tersedia)
2. Ikuti padi dengan tanaman yang berbeda, atau periode bera.
3. Hindari ratooning.
4. Banjir dan membajak sawah setelah panen jika memungkinkan.
5. Bersihkan gulma rumput dari ladang dan perbatasan.
6. Mengurangi kepadatan tanam.
7. Gunakan tarif pupuk berimbang.

Senin, 22 Mei 2017

Cara Mengendalikan Hama Lalat yang Menyerang Bibit Tanaman Padi

Lalat merupakan jenis serangga dari ordo Diptera yang berasal dari bahasa Yunani “di” berarti dua dan “ptera” berarti sayap. Perbedaan yang paling jelas antara lalat dan ordo serangga lainnya merupakan lalat mempunyai sepasang sayap terbang dan sepasang halter, yang berasal dari sayap belakang, pada metatoraks (kecuali beberapa spesies lalat yang tidak dapat terbang). Satu-satunya ordo serangga lain yang mempunyai dua sayap yang benar-benar berfungsi dan mempunyai halter merupakan Strepsiptera. Tetapi, berbeda dengan lalat, halter Strepsitera berada di mesotoraks dan sayap di metatoraks.

Bentu tubuh dari hewan lalat ini biasanya pendek dan ramping, telah beradaptasi dengan gerakan udara. Tagma pertama dari lalat, kepala, terdiri atas ocelli, antena, mata majemuk, dan bagian-bagian mulut. Tagma kedua, toraks, menahan sayap dan mempunyai otot-otot terbang pada ruas kedua, yang bentuknya membesar. Ruas pertama dan ketiga bentuknya lebih kecil. Pada ruas ketiga toraks terdapat halter, yang membantu menyeimbangkan lalat selama terbang. Adaptasi lebih lanjut untuk terbang merupakan pengurangan jumlah ganglion saraf dan konsentrasi jaringan saraf di toraks, suatu ciri yang paling berbeda pada infraordo Muscomorpha.

* Baca juga artikel yang tak kalah menarik berikut : Inilah Obat Hama Wereng Tanaman Padi

Hewan Lalat ini mempunyai kepala yang dapat bergerak dengan mata dan sebagian besar mempunyai mata majemuk yang besar di sisi kiri dan kanan kepalanya, dengan tiga ocelli kecil di atasnya. Untuk pengendalian arah Pandangan, wilayah jangkauan optik dianalisis oleh sekumpulan neuron yang sensitif terhadap gerakan. satu bagian dari neuron-neuron ini diduga digunakan untuk mengestimasi parameter-parameter gerakan sendiri, seperti mengoleng, berguling, dan berbelok. Neuron-neuron lainnya diduga digunakan untuk menganalisis materi penglihatan itu sendiri, seperti mengidentifikasi bentuk suatu figur di tanah dengan menggunakan paralaks gerak. Bentuk antena beragam, tapi seringnya pendek untuk mengurangi beban saat terbang.

Belum ditemukan spesies lalat yang mempunyai gigi atau atau organ lainnya yang memungkinkan mereka untuk memakan makanan padat. Lalat hanya mengonsumsi makanan cair atau butiran-butiran kecil, seperti serbuk sari, dan bagian-bagian mulut dan pencernaan mereka menunjukkan modifikasi yang bervariasi sesuai dengan jenis makanannya. Tabanidae betina menggunakan mandibula dan maksila seperti pisau use untuk membuat sayatan menyilang di kulit inang dan mengisap darahnya. Perut tabanidae termasuk divertikula besar, memungkinkan serangga tersebut menyimpan sejumlah kecil cairan setelah makan.

Hewan yang biasa dikenal dengan Lalat bibit merupakan salah satu hama yang merusak tanaman padi. Sebenarnya yang merusak merupakan larva dari lalat bibit tersebut. Tanaman yang terserang anakannya menjadi berkurang dan serangan berat dapat memperlambat fase pematangan 7 sampai 10 hari. Lalat bibit meletakkan telur pada pelepah daun padi pada saat sore hari dimana matahari mulai tenggelam. Telur diletakkan pada permukaan atas daun, berwarna keputih-putihan dan berbentuk lonjong seperti pisang. Kemudian telur menetas setelah dua hari dan larva merusak titik tumbuh. Pupa berwarna kuning kecoklatan terletak di dalam tanah. Setelah keluar dari pupa selama 1 minggu menjadi imago yang siap kawin. Hama ini menyerang terutama pada kondisi kelembaban udara tinggi. Pengendaliannya diutamakan pada penanaman varitas yang tahan.

*Ingin tahu harga terupdate tentang karung yang sediakan?? silahkan klik DISINI

Lalat bibit ini menghasilkan larva berwarna kuning kehijau-hijauan yang tembus cahaya, berada di bagian tengah daun yang masih menggulung. Larva bergerak di kebagian tengah tanaman merusak jaringan bagian dalam sampai titik tumbuh daun. Menimbulkan  kerusakan berupa bercak-bercak kuning yang dapat dilihat di sepanjang tepi daun yang baru muncul dan daun yang terserang mengalami perubahan bentuk.

Pengendalian lalat bibit bisa dilakukan dengan cara melakukan pengeringan lahan bibit padi dilahan sawah dilakukan dengan cara membuang air yang menggenangi lahan pembibitan padi hinggakering, karena pembibitan padi volume rumpunnya banyak maka harus sering dikontrol. Hal tersebut dengan rumpun benih yang banyak akan banyak membutuhkan air, sehingga lahan benih akan cepat kering dan bila tidak terkontrol benih akan stress dan bahkan mati karena kekurangan air.
Namun apabila serangan hama ini sudah diatas ambang batas, disarankan untuk dilakukan pengendalian dengan insektisida yang berbahan aktif : - bensultap, BPMC, atau - karbofuran.

Senin, 08 Mei 2017

Inilah Obat Hama Wereng Tanaman Padi

Obat Hama Wereng Tanaman Padi
Banyak sekali petani yang tanaman padinya rusak karena diserang hama wereng. Banyak dari mereka hanya bisa pasrah menerima kenyataan dan tidak bisa berbuat apa-apa terkadang sebagian dari mereka juga ada yang mengeluh dan ingin sekali mengetahui bagaimana caranya untuk bisa mengatasi hama wereng pada tanaman padinya.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa hama wereng pada tanaman padi adalah hama tanaman yang sudah klasik dari jaman dahulu, semenjak saya baru lahir sampai saya dewasa sekarang hama wereng pada tanaman padi memang sudah terkenal. Tidak sedikit dari para petani yang hanya berfikir untuk bagaimana cara mengobati tanaman padi yang terserang hama wereng tapi sedikit sekali dari petani yang mencoba berfikir untuk bagaimana cara mencegah agar hama wereng tidak menyerang tanaman padi.

Tidak sedikit petani yang bolak-balik ke toko pertanian hanya untuk mencari obat wereng tanaman padi yang paling manjur bahkan ada yang sampai membuat ramuan dari bahan organik untuk mengatasi hama wereng tersebut. Membasmi hama wereng pada tanaman padi dengan menggunakan bahan alami adalah cara yang tepat karena tidak mengusir dan membunuh musuh utama hama wereng. Tapi saat ini belum ada penelitian atau pengamatan yang mempublikasikan obat wereng tanaman padi yang paling ampuh dan aman. Sehingga butuh kiranya para sarjana, dibidang ilmu pertanian untuk lebih memperhatikan hal tersebut sehingga rakyat terbantu.

Terkadang para penyuluh yang ditugaskan pun hanya mampu berbicara di level teori belum mampu masuk kepada praktek dan memberikan solusi yang benar-benar membantu masyarakat tani. Mereka mengatakan bahwa mencegah tentu lebih baik daripada harus mengobati dikala sudah terjatuh sakit. Sedia payung sebelum hujan juga lebih bijak daripada harus ke basahan mencari payung jika sudah turun hujan. Namun sayang sepertinya para petani sudah lebih paham akan peribahasa tersebut, dibanding sang peyuluh pertanian tadi.
*Baca Juga : Teknik Jitu Budidaya Jagung, Dengan Hasil Panen Melimpah!

Jaman terus berubah, membunuh dan membasmi bukanlah cara terbaik yang dilakukan oleh manusia untuk mengusir hama wereng pada tanaman padi. Beberapa peneliti telah berhasil menemukan bibit yang tahan terhadap penyakit wereng. Dan tentu ini sangat menenangkan di tengah kegundahan yang dirasakan oleh para petani. Dan Jika anda ingin jauh lebih memahami bagaimana tata cara mengatasi dan memberantas hama wereng pada tanaman padi kami merangkum beberapa tips dibawah ini yang bisa anda baca dan dipelajari sekaligus di praktekkan pada lahan pertanian anda

Langkah untuk pencegahan.
langkah ini adalah untuk menghindari lebih jauh terhadap serangan hama wereng pada tanaman padi, tindakan yang bisa anda lakukan adalah:

-Membersihkan gulma yang tumbuh liar dan mengganggu seperti singgang dari sawah dan areal sekitarnya. Diusahakan se bersih mungkin. Sangat tidak dianjukan untuk menggunakan pestisida, karena penggunaan pestisida dapat juga membunuh musuh alami hama wereng tersebut. Untuk benih usahakan menggunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis. Juga Gunakan lah varietas tahan terhadap tungro seperti Barumun, kelara, memberamo, IR-36, IR-42, IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR-66, IR-70, Semeru, Ciliwung , Kr. Cisokan, Bengawan , Citarum, Aceh, Sadang,terakhir adalah serayu.

-Memberikan Pupuk lengkap dengan dosis 250 kilo gram urea, 100 kgSP36, dan 100 kg KCl per hektar dapat membantu upaya SP36, dan 100 kg KCl per hektar dapat membantu upaya pencegahan. Jika anda sudah melakukan langkah pencegahan diatas, tapi hama wereng masih tetap menyerang sebaiknya anda menggunakan langkah pembasmi yaitu pestisida alami. Kami tidak akan pernah menyarankan penggunaan pestisida yang ada di toko-toko pertanian, tapi langkah penggunaan pestisida tersebut lebih baik itu terserah pada anda.
*Baca Juga : Cara Mengatasi Serangan Hama Tanaman Padi di Musim Hujan

Langkah pembasmian dengan menggunakan pestisida Alami.
Menggunakan pestisida alami merupakan langkah terbaik untuk saat ini karena selain bisa mengobati tapi tetap tidak membunuh atau menghilangkan musuh alami hama wereng. Dan yang terpenting biayanya jauh lebih murah di banding dengan harus membeli pestisida yang ada di pasaran. Pestisida alami ini terbuat dari bahan-bahan alami dan ekonomis seperti biji mahoni dan biji atau daun sirsak,rimpang jeringau, dan bawang putih serta sabun colek.

Tata cara membuat pestisida alami yaitu dengan menumbuk daun sirsak, rimpang jeringau, dan bawang putih hingga halus. Kemudian campurkan sabun colek sampai merata. Rendam kedalam 20 liter air bersih selama kurang lebih 2 hari. Sebelum digunakan sebaiknya disaring terlebih dahulu. Cara menggunakannya dengan cara melarutkan 1 liter ramuan tadi kedalam 15 liter air bersih kemudian diaduk hingga tercampur secara rata dan semprotkan ke tanaman padi. Insyaallah, tanaman padi anda akan aman dari serangan hama wereng.

Rabu, 03 Mei 2017

Teknik Jitu Budidaya Jagung, Dengan Hasil Panen Melimpah!



Jagung merupakan tanaman penghasil zat karbohidrat yang paling penting di dunia, tak hanya gandum serta padi. Bagi warga Amerika Tengah dan Selatan, jagung adalah makanan pokok, sama halnya dengan sebagian warga Afrika serta beberapa wilayah di negara Indonesia.

Pada masa sekarang, jagung telah menjadi komposisi terpenting bagi pakan ternak. Pemakaian lainnya adalah sebagai sumber minyak serta bahan dasar pembuatan tepung maizena. Berbagai olahan hasil jagung disulap menjadi bahan baku berbagai produk industri/perusahaaan.

Lalu bagaimana cara budidaya jagung dengan benar agar hasil panen maksimal? Berikut ulasan lengkapnya :

1. Persiapan Area Lahan

- Berikan pupuk alami serta kompos pada area lahan.
- Bikin bedengan berukuran rendah menguntukkan jarak antar bedengan sekitar 75 cm.

*Baca Juga : Cara Mengatasi Serangan Hama Tanaman Padi di Musim Hujan

2. Waktu Tanam & Kedalaman Tanam


- Waktu tanam dilakukan saat musim hujan datang.
- Masukkan 1 benih setiap lubang yang ada. Tingkat dalamnya penanaman bergantung pada jenis tanah, kelembaban serta suhu. Keadaan yang baik dilakukan pada kedalaman yang ideal yakni 5 cm.

Pilih lubang guna pupuk dasar menguntukkan pupuk cangkir sesudah benih ditabur ratakan. Dalam keadaan suhu udara sekitar 24-34 Celcius serta kelembaban tanah yang cukup baik, benih jagung bakal tumbuh kecambah sekitar 4 -5 hari sesudah ditabur dan disebarkan.

3. Penanaman


Proses penanaman dikerjakan dengan bor 2 biji per lubang. Berikutnya lubang tanam ditutup pupuk kandang yang gampang ditembus oleh kecambah tanaman.
1 minggu sesudah penanaman usai proses tanam kembali dengan bibit yang berusia sama untuk mendapatkan perkembangan tumbuhan yang efektif. Untuk memperoleh hidup benih, penanaman tahap akhir pada area benih jagung dibibitkan kedalam tempat yang sudah disediakan.


4. Pemupukan

Proses pemupukan perlu dikerjakan supaya tanaman berkembang dan tumbuh subur serta hasil yang optimal. Pupuk yang umumnya dipakai adalah urea untuk pupuk N, SP-36 untuk pupuk P serta KCl untuk pupuk K. Pemupukan dikerjakan 2 kali, pada umur tanaman 10 & 35 hari sesudah masa penanaman pada jenis tanah yang kebanyakan tanah liat serta 3 kali usia sekitar 7-10 hst, 28-30 serta 40-45 dap.


5. Panen

Langkah pemanenan dikerjakan jika tanaman jagung sudah memperlihatkan tanda-tanda berikut :

- Bagian kelobot telah menjadi kering
- Batasan umur panen telah tiba
- Jika telah terbentuk lapisan berwarna hitam dibagian dasar biji
- Daun mulai banyak yang berwarna kuning serta cukup kering, terkecuali varietas Bima (1-5) daunnya masih hijau meski kelobot tua.