Kamis, 14 September 2017

Kemasan Manis, Beraspun Laris

Cara penanganan pasca panen masih menjadi kelemahan para petani Indonesia. Petani harus mulai percaya diri dengan produknya sendiri, menjaga mutu dan mengemasnya dengan karung beras yang manis dan baik. Branding yang baik akan meningkatkan daya jual beras kita dengan harga yang lebih baik, dan pastinya juga akan lebih laris.

- Manfaat Pengepakan

Pengepakan dilakukan untuk mempermudah peyimpanan dan pendistribusian produk. Kemasan membantu produk tidak mengalami perubahan bentuk, warna, atau kerusakan selama disimpan atau diangkut. Kemasan dibuat untuk melindungi produk dari berbagai kotoran, gangguan, dan serangan hewan yang dapat merusak produk.

Metode pengepakan ini telah berjalan jauh sejauh peradaban manusia telah mengenal penyimpanan. Masyarakat tradisional lama menggunakan bahan-bahan alam untuk proses penyimpanan, seperti penggunaan dedaunan, kayu, kulit hewan, dan lain sebagainya.

Untuk itu kemasan harus melewati persayaratan khusus sesuai dengan produk yang dikemas. Untuk pengepakan beras, maka kemasan yang biasa digunakan adalah karung beras. Karung beras termasuk pada kemasan porduk yang bersifat fleksibel, dimana kemasan dapat dipakai kembali atau digunakan untuk pengepakan kedua dan seterusnya, selama kemasan tersebut masih layak digunakan. Tidak mengeherankan jika pada akhirnya kita banyak menjumpai jual beli karung bekas untuk berbagai kebutuhan pertanian.

BACA JUGA

Ingin Budidaya Kacang Tanah Anda Sukses? Baca Tips Berikut!
Mengulik Nilai Marketing Dari Sebuah Kemasan
Teknik Jitu Budidaya Jagung, Dengan Hasil Panen Melimpah!
0877-0282-1277 | Kami Menjual Karung Bagor, Karung Roll

- Pengepakan Untuk Branding Produk

Belum banyak dari petani kita yang memanfaatkan kemasan untuk melakukan penetrasi dan ekspansi pasar lebih baik. Padahal dengan melakukan pengepakan ini akan membantu potensi terbentuknya konsumen yang setia, sesuai dengan kelebihan produk yang ditawarkan.

Begitu juga dengan produk beras. Pada dasarnya Anda dapat memilih model umum karung beras, yakni karung beras warna putih polos atau karung beras warna transparan yang menampakkan beras Anda dari luar. Model karung polos putih dan karung beras transparan ini paling umum digunakan dan banyak kita jumpai di agen maupun toko sekitar kita.

Kedua model karung beras di atas tidak berpengaruh apa-apa terhadap nama usaha Anda. Tidak ada bedanya antara beras yang Anda jual dengan beras pada umumnya. Berbeda jika Anda berinisiatif untuk melakukan packing yang lebih menarik, membuat branding dan pengepakan yang lebih sempurna. Penetrasi pasar Anda akan jauh lebih luas dengan potensi konsumen yang setia menunggu kedatangan produk beras Anda.

Untuk tujuan satu ini, Anda dapat menggunakan karung beras yang telah diberi merk atau disablob, bisa juga menggunakan karung beras laminasi. Karung beras sablon penampilannya lebih sederhana dengan menambahkan logo atau tulisan sebagai pertanda bahwa isi beras dalam karung adalah produk berkualitas layak dipilih. Karung beras laminasi memiliki tampilan lebih menarik, karena pemberian logo dapat ditambahkan design yang lebih menarik berupa foto, dengan pewarnaan lebih sempurna. Sebab pengerjaan laminasi adalah sama halnya dengan cetak digital printing atau offset.

- Jual Karung Beras Bermerk

Guna mendukung pemasaran beras Anda lebih baik lagi, maka kami sediakan karung beras bermerk, baik dari sablon atau laminasi digital printing. Bahan karung yang digunakan dapat dari karung model polos putih ataupun karung beras transparan.
pengepakan beras dengan karung beras laminasi atau sablon ini membantu Anda mempermudah melakuakn presentasi dan penetrasi pasar lebih luas. Tidak hanya dalam rangka menjaga kualitas produk, akan tetapi juga memberikan nilai tambah kepercayaan mutu beras. Kepercayaan diri Anda meningkat, baik terhadap produk ataupun kepercayaan diri Anda sendiri untuk memperluas pasar.
*Ingin Tahu Kisaran Harga Berbagai Jenis Karung?? Bisa Langsung Klik DISINI

Dengan menggunakan karung beras bermerk Anda juga dapat melakukan proses branding, promosi, membentuk agensi, memperluas pasar, dan hingga pada tahap lanjutan terbukanya peluang konsumen yang cocok dengan produk beras Anda, lalu rela menunggu dan selalu mengkonsumsi beras Anda. Tanpa kemasan yang menarik, tentu Anda tidak dapat memberi tanda dan membangun konsumen setia Anda. Dengan kemasan karung beras lebih manis, beras Anda dapat lebih laris.

Selasa, 05 September 2017

Mengalami Krisis Lahan?? Tanam Saja Padi Anda di Polybag!!

Seiring perkembangan dan pertumbuhan setiap tahun jumlah manusia terus bertambah sehingga kebutuhan akan segala hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia terus bertambah pula tidak terkecuali lahan permukiman sebagai tempat tinggal manusia sehingga tidak dapat dipungkiri bertambahnya kebutuhan lahan sebagai permukiman menjadikan lahan pertanian menjadi berkurang dikarenakan dijadikan lahan permukiman oleh manusia itu sendiri. Setiap tahun kita kehilangan ribuan hektar lahan pertanian yang dialih fungsikan menjadi sarana perumahan, pertokoan, dan lain-lain.

Hal ini tentu sedikit besarnya akan berpengaruh terhadap menurunnya hasil produksi pertanian terutama makanan pokok seperti padi atau beras. Sehingga butuh adanya inovasi atau tatacara pertanian modern seperti menaman tanaman padi dengan media polybag.

Untuk para penduduk desa mungkin bertanam padi dengan media polybag tidak akan menjadi efektif, namun bagi yang tinggal di perkotaan Bertanam padi menggunakan polybag mungkin akan jadi sebuah solusi yang bagus untuk mengatasi ketiadaan tempat, selain itu bertanam padi dengan cara seperti ini bagus juga sebagai sarana untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang, bahkan anda akan merasakan sensasi dan kebanggan yang luar biasa ketika padi yang anda tanam dengan tangan anda sendiri tumbuh subur, buah menguning dan berisi.

BACA JUGA


Cara Menyemai Padi di Lahan Kering Dengan Mudah
Menerima Pesanan Karung Merk Khusus, Merk Custom, Merk Sendiri
Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam
9 Design Unik Sawah di Jepang Ini, Bikin Kamu Pingin Kesana!

Berikut tahapan penanaman padi dengan media tanam polybag:
Bahan yang dibutuhkan:
Tanah
Polybag/ember plastik dengan diameter 30-40 cm
Pupuk organik/kompos
Benih padi

Pada H-6 Penyemaian Benih, Masukkan benih kedalam air, benih yang mengapung atau mengambang dibuang, yang tenggelam biarkan rendam  24 jam. Benih diperam atau dibungkus daun bisa juga kain atau kertas koran selama kurang lebih 24 jam.
Buatlan tempat untuk media semai benih padi dengan cara mengaduk satu bagian tanah kering dengan satu bagian pupuk Organik Padat, aduk merata, kemudian diayak. Wadah persemaian dilapisi plastik. Tinggi  lahan semai 5 sampai 7cm. Semaikan benih. Tutup benih dengan media semai tadi, tipis saja sekitar kurang lebih 1 sampai 2mm.

Usahakan tanah tetap lembab dengan cara menyemprotkan dengan air biasa, tiap 4 sampai 6 jam sekali. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung atau tempat yang teduh.
Pada H-1 menyiapkan Media Tanam. Buatlah media tanam: 60% tanah : 40% Pupuk Organik/kompos. Aduk rata. Masukkan ke dalam ember atau polybag tidak  berlubang minimal 20ltr, volume 30ltr lebih baik.  Media tanam agak “dibukitkan” untuk menanam benih ditengahnya, dan pengairan di pinggirannya.

Pada saat Hari H Penanaman, Tanamkan benih pada usia 5 sampai 7 hari. Tarik pangkal benih menggunakan tangan kanan, jaga agar butir padi (gabah) yang masih menempel tidak rusak (butir padi berfungsi sebagai ari-ari nutrisi akar & daun benih muda). Dorong pangkal benih secara horizontal dari pinggir hingga pangkal benih terbenam 1cm dengan butir padi menancap ke dalam tanah secara horizontal (pinggir), biarkan akar tergerai di permukaan tanah (jangan ditekan). Hanya 1 batang benih, daun tidak dipotong. Simpan di tempat terbuka-matahari penuh.
*Info harga polybag maupun karung plastik terupdate bisa Anda cek DISINI

Lakukan Pengairan atau Penyiraman Setiap hari apabila tidak terdapat air hujan. Melakukan pengiangan dari tanaman gulma pengganggu dan secara berkala lakukan pemupukan dengan pupuk organic yang dianjurkan untuk tanaman padi. Pupuk bisa diberikan langsung atau dicampurkan pada air yang disiramkan pada tanaman.
Setelah tanaman berbuah dan sampai pada usia panen lakukan panen seperti pada tanaman padi pada umumnya.

Selasa, 22 Agustus 2017

Cara Menyemai Padi di Lahan Kering Dengan Mudah

Tanaman Padi seyogianya memang bukan tanaman air tetapi padi sangat membutuhkan air, ada beberapa fase untuk tanaman ini membutuhkan air. Mayoritas tanaman padi dengan system kering sangat menguntungkan tetapi tidak berarti bahwa dengan penanaman tanaman padi di lahan yang basah justru merugikan.

Untuk yang masih baru mengenal budidaya padi mungkin bingung dengan cara persemaian padi system kering. Sebenarnya system ini sudah lama di lakukan oleh masyarakat atau petani lokal namun hanya sedikit saja yang mengaplikasikanya, beberapa metode ini sering di sosialisasikan oleh SRI yang berfokus pada ketahanan pangan budidaya padi. Mungkin anda sering melihat persemaian padi di petakan sawah itu adalah persemaian padi basah atau konvensional, ada beberapa kekurangan dari persemaian basah :
1. Memerlukan tempat yang luas
2. Pengontrolan bibit padi yang kurang terpantau
*Baca juga Cara Mudah Budidaya Padi TOT (Tanpa Olah Tanah)

Berbeda dengan system persemaian kering, anda bisa mengerjakanya sendiri bahkan bisa memanfaatkan pekarangan rumah, mudah dalam pengawasan serta tidak memerlukan tenaga kerja yang besar karena bisa di kerjakan sendiri.
Dibawah ini adalah beberapa hal yang harus anda siapkan untuk membuat persemaian kering
Bahan

? Benih Padi
? Pupuk Kandang
? Tanah
? Plastik
? Rumput/Jerami

Cara Membuat Persemaian Padi

Perlakuan Benih.
Bulir padi atau Benih yang akan di tanam di rendam terlebih dahulu oleh air hangat, biarkan air sampai dingin selama 1 hari 1 malam, kemudian di peram selama 2 x 24 jam, tujuanya agar menghilangakan proses dormansi, hal ini di tandai dengan munculnya akar – akar kecil pada biji menandakan siap di tanam. Atau anda bisa melakukan uji kecambah terlebih dahulu untuk memastikan berapa persen pertumbuhan benih.

Persiapan Tanah.
media tanamnya bisa menggunakan tanah yang sudah tercampur oleh pupuk organik atau pupuk non-organik (kristal) tetapi di sarankan menggunakan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 2. Pastikan bahwa pupuk organik yang anda gunakan benar-benar matang, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan benih yang akan di tanam. Untuk memastikan pupuk organik itu matang atau tidak, anda bisa cek kematanganya dengan cara memasukan pupuk kedalam ember kemudian tunggu sampai pupuk mengendap dan lihat jika air bening berarti pupuk organik itu sedah siap di gunakan, begitu juga sebaliknya.

Persiapan Media Tanam.
Media tanam yang digunakan adalah plastik sebagai alas dasar dari permukaan tanah yang tercampur pupuk, plastik dapat digunakan dengan jenis apapun seperti terpal, plastik hitam, plastik kantung dll, dengan catatan plastik harus benar-benar utuh dang tidak cacar karena jika bocor air akan mudah larut.

Sebar Benih.
selanjutnya benih yang sudah diperam 2 x 24 jam tadi di sebarkan di permukaan tanah dengan kepadatan 0,6 – 0,7 Kg/m2 media. Setelah tersebar merata, lalu tutup persemaian dengan potongan rumput alang-alang tipis tipis. Lalu siram. Setelah disiram, lalu tutup lagi dengan potongan alang-alang agak tebal lalu disiram lagi. Benih yang telah tersebar di tutup oleh alang-alang atau bisa juga dengan potongan jerami, kemudian siram dengan air secukupnya jangan terlalu basah dan jangan terlalu kering cukup dengan kelembaban yang normal.
*Info harga karung terupdate bisa Anda cek DISINI

Pemeliharaan
Jika benih sudah mulai  tumbuh kurang dari 2 cm, penyiraman dilakukan 2 x sehari (melihat kondisi cuaca) serta kelembaban tanah semai setiap pagi dan sore. Pengambilan penutup rumput dilakukan 4 hari setelah penyebaran benih (biasanya benih telah tumbuh sekitar 2 cm). Setelah tutup diambil, maka penyiraman dilakukan 1 hari sekali pada waktu sore (melihat kondisi cuaca). Bibit Siap ditanam umur terpendek 9 hari atau umur maksimal 16 hari.

Pengambilan Bibit.
Benih yang sudah siap tanam cukup diambil dengan cara digulung dan kemudian bisa langsung diangkut ke sawah. Para petani bisa melakukan sendiri tanpa memperkerjakan orang secara khusus untuk ini. transplanting atau memindahkan dari persemaian ke lahan juga bisa di bawa sendiri.

Jumat, 11 Agustus 2017

Cara Mudah Budidaya Padi TOT (Tanpa Olah Tanah)

Padi merupakan tanaman yang bisa hidup di lahan kering maupun di lahan basah seperti sawah. Di umumnya tanaman padi memang ditanam disawah dengan pengairan yang cukup. Akan tetapi di beberapa wilayah yang tidak ada sawah, padi ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan. Beberapa wilayah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara dan sebagian petani menanam padi darat dengan sistem TOT  atau tanpa melakukan pengolahan terhadap tanah di lahan tersebut. Sistem TOT terkadang dilakukan dengan perlakuan lahan minim pengolahan. Petani tidak melakukan pembajakan dan aktifitas pengolahan lahan lainnya.

Untuk membudidaya padi TOT, petani hanya melakukan pembersihan lahan dari gulma dan penggunaan herbisida. Kelebihan sistem budidaya padi TOT dilahan kering (Gogo Rancah) ialah tidak memerlukan biaya yang tinggi, penghematan tenaga, penghematan waktu, dan penghematan tenaga pemeliharaan. Namun kekurangannya merupakan produksi yang dihasilkan tidak sebanyak dengan padi yang ditanam disawah. Budidaya padi darat dengan sistem TOT terkadang hanya dilakukan 1 kali dalam setahun. Penanaman dilakukan diakhir musim kemarau, terkadang dimulai di pertengahan agustus hingga akhir september. Dengan demikian saat memasuki musim penghujan tanaman padi sudah memasuki masa pertumbuhan generatif. Dimana di masa pembuahan diperlukan air yang cukup untuk mendukung pengisian bulir dan produksi yang maksimal.
*Baca juga Inilah Cara Budidaya Padi Gogo Dengan Mudah

Mayoritas varietas yang digunakan merupakan varietas lokal yang mempunyai kualitas yang cukup baik. Misalnya di wilayah Kecamatan Kuntodarussalam Kabupaten Rokan Hulu, petani menggunakan varietas lokal dengan berbagai jenis antara lain jenis padi jangkar, kuku balam, sungkai, dan sebagainya. Varietas tersebut sudah diketahui mempunyai keunggulan kuat terhadap cuaca ekstrem dan kuat terhadap hama dan penyakit.

1. Mempersiapan Lahan
Lahan dibersihkan dari gulma dengan metode dibabat.
Sisa gulma yang sudah kering kemudian dibakar.
Lahan dibiarkan selama beberapa saat hingga tumbuh rumput muda, kemudian disemprot dengan herbisida.

2. Melakukan Penanaman
Penanaman dilakukan dengan metode ditugal.
Benih ditanam 5 – 10 benih/lubang dengan jarak tanam 40 x 15 cm.
Jarak tanam disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah, semakin tinggi kesuburan tanah maka jarak tanam semakin jarang.
Untuk menghindari gangguan semut dan hama lainnya, benih sebaiknya dicampur dengan nematisida seperti furadan, petrofur, pentakur atau curater.

3. Melakukan Pengendalian terhadap tumbuhan pengganggu atau Gulma
Gulma dibersihkan semetode manual menggunakan cangkul atau dicabut.
Penggunaan herbisida sebaiknya dihindari, karena bisa mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

4. Pemberian Pupuk.
Jika lahan yang digunakan sudah sangat subur maka sudah tidak perlu lagi untuk memberikan pupuk di tanaman, pemberian pupuk di tanaman hanya dilakukan di lahan yang kurang subur.

5. Mengendalian Hama dan Penyakit tanaman padi.
Karena varietas yang digunakan merupakan varietas lokal yang mempunyai kekuatan terhadap hama dan penyakit, petani jarang sekali menggunakan pestisida kimia. Pestisida kimia hanya diaplikasikan jika ada serangan saja, dan itupun sangat jarang terjadi. Untuk mencegah serangan hama petani hanya melakukan antisipasi semetode tradisional, yaitu dengan pengasapan setiap pagi dan sore hari. Sehingga hasil produksi padi sudah bisadipastikan organik.
*Info harga berbagai karung beras terupdate bisa Anda cek DISINI

6. Pemanenan
Masa panen varietas lokal seperti padi jangkar, sungkai, kuku balam cukup lama, antara 4 sampai 5 bulan setelah tanam. Panen dilakukan jika sudah terlihat padi menguning antara 80 sampai 90 %.

Demikian tentang budidaya padi darat yang dilakukan tanpa melakukan pengolahan lahan tanah sebelumnya sehingga masyarakat lebih mengenal dengan budidaya tanaman padi dengan sitem TOT (Tanpa Olah Tanah).

Jumat, 04 Agustus 2017

Inilah Cara Budidaya Padi Gogo Dengan Mudah

Beras adalahbahan dasar untuk menghasilkan nasi. Nasi adalah makanan pokok bagi orang di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Nasi tersebut berasal dari bulir tanaman padi atau dinamakan dengan beras. Padi sendiri adalahtanaman yang termasuk dalam tanaman rumput berumpun. Tanaman padi yang sering di tanam oleh petani baik itu di tanam di sawah atau pun di ladang atau daerah perbukitan ada sekitar 25 jenis tanaman padi. Tanaman padi yang ditanam di areal persawahan dengan tanaman padi yang ditanam pada areal ladang atau areal perbukitan berbeda karena penanaman padi di areal persawahan membutuhkan banyak air sedangkan tanaman padi di areal ladang atau perbukitan tidak membutuhkan air yang terlalu banyak melihat ketersediaan air yang ada pada areal tersebut.

Varietas tanaman padi yang cocok ditanam pada daerah ladang atau perbukitan adalah jenis padi gogo. Karena jenis padi gogo ini berbeda dengan jenis padi yang ditanam pada areal persawahan seperti padi sri, jenis padi gogo tidak membutuhkan banyak air dan juga pengolahannya pun cukup mudah. Berikut adalah cara menanam tanaman padi gogo :
*Baca juga : Cara Budidaya Sistem Minapadi Pada Tanaman Padi

1. Pengolahan Lahan Tanam Padi Gogo
Lahan atau  media tanam padi sebaiknya dilakukan pengolahan sebelum musim penghujan atau pada akhir musih kemarau. Alat yang dibutuhkan untuk pengolahan lahan tanam lahan ini sama dengan alat yang dipakai pada pengolahan lahan tanam di sawah yaitu seperti cangkul, bajak dan juga garu. Lakukan pembersihan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya pada lahan, buatlah saluran -saluran pembuangan air, dan juga atur kembali pematang- pematangnya. Setelah lahan telah dibersihkan dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya, selanjutnya tanah pada lahan di gemburkan dengan menggunakan bajak, bagian yang sulit seperti sudut petak atau bagian yang berbatu maka penggemburan dapat dilakukan menggunakan cangkul. Penggemburan menggunakan bajak ini dilakukan sebanyak 2 kali, namun jika tanah berat pembajakan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali. tanah-tanah yang masih menggumpal selanjutnya dihancurkan dan diratakan dengan mengggunakan garu. Penggaruan tersebut dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali hingga tanah halus dan siap ditanami.

2. Penanaman Padi Gogo
Untuk menanam sangat disarankan untuk menggunakan bibit Pilihlah atau yang biasa disebut dengan  bibit unggul untuk ditanam karena akan menentukan hasilnya nanti. Bibit yang baik memiliki kriteria sebagai berikut ini :
Bibit benar-benar tua dan kering.
Bibit yang akan ditanam, memiliki biji yang besar dan bernas.
Bibit harus murni, tidak tercampur dengan bibit jenis lain atau kotoran.
Bibit yang akan ditanam dipastikan sehat tidak terserang hama dan penyakit.
Supaya bibit nantinya terbebas dari hama penyakit maka sebelum penanaman benih bibit di beri obat. Obat yang biasa diberikan adalah obat aldrin, untuk sekitar satu hektar lahan maka dibutuhkan bibit sebanyak 30 kg hingga 40 kg benih bibit jadi aldrin yang dibutuhkan adalah sekitar 0,5 kg.

3. Pemeliharaan Tanaman Padi Gogo
Untuk pemeliharaan tanaman padi gogo sebaiknya dilakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman padi. Penyiangan tersebut dapat dilakukan dengan cara manual yaitu mencabutnya dengan menggunakan tangan atau juga bisa menggunakan sabit atau cangkul. Penyiangan tersebut dilakukan setelah tanaman padi berumur sekitar 3 minggu. Bersamaan dengan penyiangan tersebut lakukan pula penggemburan tanah.
*Info harga karung beras terupdate bisa Anda cek DISINI

4. Pemupukan Tanaman Padi Gogo
Tanaman padi gogo dipupuk dengan dengan menggunakan pupuk alam seperti pupuk kandang, pupuk kompos atau pupuk hijau dan juga pupuk buatan berupa pupuk urea, ZK, dan DS. Kebutuhan pupuk alami berupa pupuk kandang setelah tanam untuk sekitar 1 hektar lahan yaitu sekitar 10 ton. Pemberian pupuk kandang tersebut dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada saat tanaman berumur 3 hingga 4 minggu setelah penyiangan pertama dilakukan dan pada saat tanaman berumur sekitar 6 hingga 8 minggun setelah penyiangan kedua dilakukan. Kebutuhan pupuk buatan berupa urea, ZK dan DS untuk 1 hektar lahah, masing-masing sekitar 150 kg, 250 kg, dan 200 kg.

Rabu, 26 Juli 2017

Cara Budidaya Sistem Minapadi Pada Tanaman Padi



Budidaya tanaman padi dengan sistem Mina yang  berasal dari kata mina  yang artinya "ikan" dan padi adalah suatu bentuk usaha tani gabungan  yang memanfaatkan genangan air sawah yang tengah ditanami padi sebagai kolam untuk budidaya ikan air tawar. Mina padi dengan demikian meningkatkan efisiensi lahan karena satu lahan menjadi sarana untuk budidaya dua komoditas pertanian sekaligus. Mina padi termasuk dalam sistem pertanaman campuran, dipandang dari kacamata agronomi.

Metode budidaya padi dan ikan secara sekaligus dalam satu lahan memang belum terlalu populer di Indonesia. Meski sudah dikembangkan sejak Oktober 2015 dan menuai pujian dari dunia internasional, kenyataannya teknik budidaya untuk pertanian dan perikanan secara sekaligus itu belum terlalu diminati banyak petani padi dan ikan. Padahal, saat ini negara lain seperti Laos dan Filipina sudah menyatakan ketertarikan pada sistem mina padi dan akan menggunakan teknik tersebut dalam pertanian budidaya di negara masing-masing. Kedua negara tersebut saat ini tengah mempelajarinya secara langsung di Indonesia.

Sistem tanam secara Minapadi merupakan teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani. Kurang tepat jika keinginan petani untuk memelihara ikan dengan merubah fungsi sawah atau alih fungsi lahan menjadi kolam ikan.   Produksi padi tentunya akan terhambat. Dengan adanya minapadi menjadi jalan tengah dalam peningkatan produksi ikan dan padi secara bersamaan.
Supaya pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu, pemeliharaan ikan di sawah harus disesuaikan dengan sistem pengairan yang ada, sehingga produksi padi tidak terganggu. Sawah yang sesuai untuk mina padi adalah sawah yang berpengairan teknis maupun setengah teknis.  Usaha minapadi selain merupakan usaha yang menguntungkan, juga dapat meningkatkan pendapatan petani, serta membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga.
*Baca juga Memanfaatkan Karung Untuk Budidaya Tanaman Cabe dan Sayur Di Lahan Terbatas

Keuntungan yang didapat pada sistem minapadi ini diantaranya :
mengurangi hama penyakit pada tanaman padi, Lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara, mengurangi penggunaan pupuk, ikan dapat juga membatasi tumbuhnya tanaman lain yang bersifat kompetitor (pesaing) dengan padi dalam pemanfaatan unsur hara, mengurangi biaya penyiangan tanaman liar.

1. Mempersiapkan lahan persawahan. Persiapan tersebut yaitu diantaranya pembuatan pematang sawah, pembuatan kamalir/selokan/caren, pembuatan saluran pembuangan dan pemasukan air, pembuatan kolam dan pengolahan tanah.

2. Pemupukan dilakukan dengan tujuan untuk menambah kesuburan tanah dan menumbuhkan plankton plankton sebagai pakan alami ikan.

3.Varietas padi yang cocok untuk sistem minapadi adalah yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :
•Perakaran dalam, agar padi yang ditanam tidak mudah roboh sehingga menghambat pergerakan ikan.
•Cepat beranak (bertunas), untuk menghindari keterlambatan pertumbuhan tunas akibat genangan air.
•Batang kuat dan tidak mudah rebah, untuk menghindari pertumbuhan batang yang lemah akibat serapan air ketanaman yang cukup tinggi.
•Daun tegak untuk memperbanyak sinar matahari yang dapat diterima oleh permukaan daun, sehingga proses fotosintesis lebih baik dan pertumbuhan padi akan meningkat.
•Varietas padi tahan hama dan penyakit.

Adapun kriteria benih ikan yang cocok untuk minapadi yaitu :
•Tahan terhadap goncangan lingkungan dan penyakit,
•Memiliki pertumbuhan cepat,
•Disukai konsumen,
•Nilai ekonominya tinggi dan
•Diutamakan yang tidak berwarna cerah untuk menghindari serangan hama terutama hama burung,

4. Jenis ikan yang dipilih yang sesuai kriteria diatas yaitu  Ikan Nila (ukuran 5-8 cm). Waktu yang tepat untuk menebar benih ikan yaitu disaat tanaman padi berumur 30 HST (Hari Setelah Tanam) yaitu setelah penyiangan pertama dan pemupukan dasar. Penebaran dapat dilakukan  pada sore atau pagi hari dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Jumlah benih ikan tebar padat dengan ukuran 5-8 cm kurang lebih berjumlah 1000 sampai 2000 ekor perhektar.


5. Pengaturan air setelah penebaran benih ikan dengan ketinggian mengikuti pertumbuhan tanaman. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang saringan dari kawat atau anyaman bambu untuk mencegah keluarnya ikan yang dipelihara dan mencegah ikan liar masuk ke dalam petakan sawah. Pada pintu pengeluaran air perlu diatur sedemikian rupa, untuk menahan air sesuai dengan kebutuhan dan membuang air yang berlebihan pada saat terjadi hujan.
*Info harga insectnet terupdate bisa Anda cek DISINI

6. Pemberian pakan ikan dapat diberikan setelah 3 hari benih ikan ditebar di sawah. Jenis pakan dipilih pakan apung dengan kadar protein 28-32%. Cara pemberian pakan dengan sistem ad libitum yaitu pemberian pakan dihentikan setelah ikan berkurang nafsu makannya.

7. Saat panen yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10 hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah. Setelah air surut maka ikan akan terkumpul pada kamalir/parit. Ikan yang ada dalam kamalir kemudian digiring menuju ke bak penampungan, selanjutnya ikan ditangkap dengan menggunakan scoop-net. Ikan-ikan yang tertangkap ditampung di tempat penampugan yang berisi air bersih.

Selasa, 18 Juli 2017

Memanfaatkan Karung Untuk Budidaya Tanaman Cabe dan Sayur Di Lahan Terbatas

Melonjaknya harga cabe akhir akhir ini di angka yang cukup fantatis tentu saja membuat konsumen pencinta pedes berteriak. Bayangkan harga cabe 5000 rupiah hanya mendapatkan beberapa biji saja. Kemudian ada anjuran untuk menanam sendiri saja di halaman rumah. Yang menjadi masalah umumnya mereka yang tinggal di perkotaan tidak punya lahan untuk menanam, jangankan lahan untuk menanam. Lahan untuk menjemur pakaian aja terkadang susah.  Sempat ada wacana menanam sayuran atau buah dengan cara hidroponik.

Cara menanam yang cocok untuk lahan terbatas. Memang sepertinya menjadi alternatif menarik bayangkan menanam pohon dan sayuran tanpa media tanah hanya dengan media air bayangan yang pertama kali muncul sangat cocok untuk kita di daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Tapi ternyata cara ini tidaklah cukup murah dan di butuhkan pengetahuan. Kalaupun ada pelatihan pelatihan harganya cukup merogoh kantong pribadi belum segala perlengkapan yang harus disiapkan untuk menanam dengan cara hidroponik setelah tanaman tumbuh  pun dibutuhkan nutrisi untuk tanaman ini yang bentuknya cair. Kalau untuk sekedar hobi bisalah hal ini dilakukan. Tapi kalau untuk yang berniat menghemat sayur sayuran dengan menanam sendiri cara ini sepertinya bukan menjadi alternatif.

Baca Juga : Mencegah dan Mengendalikan PENYAKIT BLAS Pada Tanaman Padi

Sebenarnya kalau kita kreatif bisa memanfaatkan barang barang sekitar kita. Salah satunya adalah karung bekas beras atau karung bekas apa aja pembungkus konveksi atau pembungkus sepatu. Kita bisa memilih berbagai ukuran karung. Kalaupun kita tidak punya karung bekas kita bisa membeli karung ini dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar 2000 rupiah saja. Dibandingkan dengan ember atau kaleng. Karung lebih mudah didapat dan tentu jauh lebih murah. Bagaimanakah kita menggunakan karung untuk budidaya sayuran?

Pertama yang harus diperhatikan untuk media menanam apa cocoknya karung ini. Yang jelas untuk mereka yang punya lahan terbatas dan dana terbatas juga. Tanaman yang kita pilih adalah tanaman yang berumur pendek dan tidak mempunyai akar tunggang. Seperti misalnya kangkung,  caisim, cabe, bayam. Lalu jenis karung seperti yang bisa digunakan sepertinya jenis apa saja bisa digunakan apakah itu jenis karung polos jenis karung dengan laminasi air atau jenis yang tahan panas apakah itu karung krem, karung gabah, karung sablon maupun karung printing.

Yang kedua setelah karung disiapkan untuk masalah ukuran disesuaikan dengan lahan yang kita punya ya. Serta tanaman yang akan ditanam. Kalau untuk cabe kita masih bisa menggunakan karung dengan ukuran karung 10 kg  per tanaman. Untuk tanaman masal seperti kangkung, bayam, caisim kita bisa menggunakan karung yang lebih besar jika ingin menanam dalam jumlah banyak. Langkah selanjutnya adalah menyediakan media tanam untuk dimasukkan ke dalam karung. Sebelum media tanam dimasukkan lubangi kecil karung dibagian bawah dengan paku yang dipanasin agar karung karung tidak berserabut. Jangan banyak banyak secukupnya saja untuk supaya air tidak tertahan.

Setelah  karung yang sudah dilubangi siap untuk mengantisipasi supaya karung tidak mudah rapuh bisa didoubel tentu saja lubangnya diseseuaikan ya atau membuat lubangnya saat karung sudah dilapis dua. Setelah itu siapkan media tanam, media tanam ini bisa tanah yang kita ambil sendiri dari kebun atau kalau tidak punya kita membeli di tempat tempat yang menyediakan bahan bahan pertanian. Kita bisa sekalian mencari bibit yang akan kita tanam.
Biasanya ada yang berbentuk tanah asli belum ada campuran apapun. Atau dalam bentuk cocopeat yaitu media tanah yang terdiri dari tanah, merang , pupuk kandang dengan takaran yang sudah aman. Ini lebih memudahkan kita. Harganya juga tidak terlalu mahal sekitar 20 ribu per karung ukuran 5 kg, kita masukkan media tanam ke karung lalu bisa kita letakkan dipinggir pinggir rumah kita. Diatas aliran air yang kita tutup dengan bambu jadi saat kita mau membersihkan aliran air bisa di geser.

Untuk tanamannya kita memilih membeli yang sudah dalam bentuk bibit tinggal tanam ataukah masih dalam bentuk biji. Kalau untuk Cabe jika dalam bentuk biji ada baiknya kita semai dulu di plastik plastik polybak kecil setelah kira kira tumbuh 4 daun baru kita pindahkan satu satu ke tempat karung karung yang sudah jadi media tanam kalau untuk cabe bisa dengan ukuran karung yang 10 kg atau 25 kg.

Jangan Lewatkan : Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam

Untuk tanaman bayam, kangkung, caisim bisa langsung kita sebar ke media tanam, dengan cara media tanam kita lubangi jarak pendek pendek dengan kayu jangan terlalu dalam hanya untuk biar biji tidak terbang atau terbawa air. Setelah itu dikasih taburan tanah sekali aja jangan tebal nanti malah tidak tumbuh. Selama biji belum tumbuh jangan terlalu sering di siram cukup pastikan tanah lembab saja. Dan jangan diberi pupuk apapun. Jauhkan dari terkena sinar matahari langsung. Jika sudah tumbuh minimal dua daun baru biarkan dibawah sinar matahari langsung.

Untuk perawatan jika tanaman sudah tumbuh cukup seminggu sekali diberi pupuk. Mudah dan simpel ya untuk membudidayakan tanaman dengan media karung. Mengingat produksi karung dengan berbagai ukuran karung dan jenis karung apakah karung polos , karung krem, karung laminating  maupun karung design dan karung printing sangat banyak di Indonesia. Semua jenis karung dari pabrik karung tersebut dapat digunakan disesuaikan saja ukuran. Dengan cara ini kita bisa mengurangi dampak dari limbah karung juga membuat pengeluaran kita lebih hemat dengan menanam sayuran sendiri dan yang jelas lebih sehat karena kita bisa memilih tidak menggunakan pestisida apa apa. Selamat mencoba.