Kamis, 13 April 2017

Tips Menanam Padi di Musim Hujan Agar Hasil Panen Melimpah


Musim hujan menjadi berkah bagi para petani untuk memaksimalkan hasil panen, sebab pasokan air yang dibutuhkan tanaman sangat tercukupi, bahkan melimpah. Tetapi, selain mendatangkan berkah, turunnya hujan juga disertai munculnya berbagai hama yang bisa menyerang tanaman, tak terkecuali tanaman padi.

Oleh sebab itu patut mewaspadai hal-hal yang bisa mengakibatkan gagal panen. Berikut ini beberapa hal yang harus anda waspadai pada waktu musim hujan antara lain :

1. Munculnya Berbagai Hama Penyakit
Berikut beberapa hama atau penyakit yang biasanya muncul di musim hujan, antara lain:
a. Hama Wereng
Hama wereng biasanya muncul pada waktu tanam di musim hujan, sebab banyak genangan. Memang hama wereng selalu muncul pada bulan yang mana banyak curahan air hujan. Apabila pada musim kemarau hama wereng jarang muncul. Usaha pemberantasan wereng saat ini hanya dilakukan dengan menggunakan pestisida.

b. Perkembangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)
Curah hujan yang tinggi salah satu faktor yang mengakibatkan ledakan populasi OPT. Potensi OPT yang perlu & harus diwaspadai pada tanaman padi antara lain hama penggerek batang padi, tikus, kresek dan tungro. Sedangkan pada tanaman sayur yakni serangan busuk daun (late blight), serangan layu Fusarium dan Ralstonia, serangan kresek (downey mildew), antraknosa  atau patek (busuk buah), bercak daun Alternaria dan lain-lain.

Perlu diwaspadai serangan hama penggerek batang padi (rice stem borer), sebagai penyebab gejala sundep dan beluk. Curah hujan masih tinggi, harap waspadai serangan penyakit busuk daun. Oleh sebab itu, kita harus ekstra waspada & lebih siap dalam menghadapi musim hujan.

# Baca juga Karung Beras & Karung Laminasi

2. Banjir dan Angin Kencang
Intensitas curah hujan yang meningkat waktu musim hujan, mengakibatkan kapasitas air lebih dari biasanya. Oleh karenanya hal yang perlu kita waspadai ialah sistem pembuangan air yang ada pada lahan. Jangan sampai terjadi sistem drainase yang kurang baik, kemudian tanaman kebanjiran lantas menjadi layu & mati.

Bila saat ini masih dalam taraf persiapan lahan, alangkah baiknya nanti bedengan dibuat agak tinggi kira-kira 40cm. Adapun tujuan dari bedengan yang tinggi ialah agar kelembaban tanah di sekitar perakaran bisa terkontrol dan tidak berlebihan. Pasokan air yang berlebihan kurang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Selain pasokan air berlebih, hujan deras disertai angin kencang kadangkala bisa merusak tanaman dalam waktu singkat. Oleh sebab itu perlu dipertimbangkan dalam pemilihan jenis varietas padi yang akan ditanam.Pilihlah jenis varietas padi yang tidak mudah roboh dan lebih kuat menahan terpaan angin kencang.

3. Tumbuhnya Gulma (Tumbuhan Pengganggu)
Gulma merupakan tanaman yang tidak dikehendaki keberadaanya pada lahan. Biji-biji kering gulma yang pada musim kemarau terbang menyebar terkena angin, akan tumbuh sumbur pada musim hujan. Keberadaan gulma bisa menurunkan kuantitas hasil sebab tanaman utama kalah dalam memperebutkan makanan (nutrisi). Perlu diketahui pula beberapa gulma bisa mengeluarkan zat yang bersifat toksik yang bisa menekan pertumbuhan tanaman utama.

4. Intensitas Sinar Matahari Yang Berkurang
Tanaman padi untuk tumbuh normal membutuhkan sinar matahari yang cukup. Pada musim hujan, kondisi langit yang mendung mengakibatkan sinar matahari yang mengenai tanaman tidak merata. Hal ini akan mengakibatkan proses fotosintesis terganggu.

# Jangan lewatkan Cara Menanam Padi Yang Benar

Untuk mengatasi hal tersebut perlu diterapkan pengaturan tanaman dalam bedengan dengan sistem single rows (satu baris) atau sistem double rows zig zag (untu walang dua baris). Pola pengaturan tanam diharapkan sinar matahari bisa mengenai semua tanaman, pun juga meminimalisir timbulnya berbagai penyakit.

Kamis, 23 Maret 2017

9 Design Unik Sawah di Jepang Ini, Bikin Kamu Pingin Kesana!


Sejak tahun 1993, petani di desa Inakadate, Prefektur Aomori, Jepang, sudah menciptakan desain lukisan yang rumit. Eits, namun desain lukisan tersebut tidak dituangkan dalam sebuah kanvas, tapi pada sawah milik mereka! Woww.. bagaimana bisa?

Mereka memakai bermacam - macam warna bibit beras yang ditanam pada lahan sawah mereka. Dengan beras yang berbeda warna tersebut, mereka membentuk pola tertentu sehingga saat padi mulai tumbuh akan menciptakan suatu gambar yang menyerupai lukisan.
*Baca Juga : Wow.. 5 Cabai Terpedas Ini, Bisa Bikin Kamu K.O! Berani Coba?

Setiap tahun mereka selalu menciptakan karya seni yang berbeda dan selalu membuat decak kagum. Selama bertahun-tahun mereka sudah membuat karya seni klasik seperti Mona Lisa dan gambar dari tokoh-tokoh sejarah seperti Napoleon, Marilyn Monroe, serta ikon tradisional Jepang. Mereka bahkan menciptakan sketsa anime kartun Naruto yang saat ini sedang disukai oleh anak muda masa kini.
*Baca Juga : Tips & Trik Cara Budidaya Tanaman Wortel, Agar Hasil Maksimal

Karya seni para petani ini mengundang banyak wisatawan, baik lokal maupun asing yang penasaran dengan hasil karya mereka. Anda penasaran juga? Yuk, kita lihat fotonya!

1. Wanita Jepang & Marilyn Monroe



2. Sepasang Kekasih



3. Napoleon Bonaparte



4. Dewi Kwan Im



5. Dewa Jepang



6. Ksatria Jepang



7. Anime Naruto



8. Dewa Dewi di Kahyangan



9. Ultramen Terbang



Sumber :

Rabu, 01 Maret 2017

Memanfaatkan Karung Untuk Budidaya Tanaman Cabe dan Sayur Di Lahan Terbatas

Melonjaknya harga cabe akhir akhir ini di angka yang cukup fantatis tentu saja membuat konsumen pencinta pedes berteriak. Bayangkan harga cabe 5000 rupiah hanya mendapatkan beberapa biji saja. Kemudian ada anjuran untuk menanam sendiri saja di halaman rumah. Yang menjadi masalah umumnya mereka yang tinggal di perkotaan tidak punya lahan untuk menanam, jangankan lahan untuk menanam. Lahan untuk menjemur pakaian aja terkadang susah.  Sempat ada wacana menanam sayuran atau buah dengan cara hidroponik.
 
Cara menanam yang cocok untuk lahan terbatas. Memang sepertinya menjadi alternatif menarik bayangkan menanam pohon dan sayuran tanpa media tanah hanya dengan media air bayangan yang pertama kali muncul sangat cocok untuk kita di daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Tapi ternyata cara ini tidaklah cukup murah dan di butuhkan pengetahuan. Kalaupun ada pelatihan pelatihan harganya cukup merogoh kantong pribadi belum segala perlengkapan yang harus disiapkan untuk menanam dengan cara hidroponik setelah tanaman tumbuh  pun dibutuhkan nutrisi untuk tanaman ini yang bentuknya cair. Kalau untuk sekedar hobi bisalah hal ini dilakukan. Tapi kalau untuk yang berniat menghemat sayur sayuran dengan menanam sendiri cara ini sepertinya bukan menjadi alternatif.

Sebenarnya kalau kita kreatif bisa memanfaatkan barang barang sekitar kita. Salah satunya adalah karung bekas beras atau karung bekas apa aja pembungkus konveksi atau pembungkus sepatu. Kita bisa memilih berbagai ukuran karung. Kalaupun kita tidak punya karung bekas kita bisa membeli karung ini dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar 2000 rupiah saja. Dibandingkan dengan ember atau kaleng. Karung lebih mudah didapat dan tentu jauh lebih murah.


Bagaimanakah kita menggunakan karung untuk budidaya sayuran?
Pertama yang harus diperhatikan untuk media menanam apa cocoknya karung ini. Yang jelas untuk mereka yang punya lahan terbatas dan dana terbatas juga. Tanaman yang kita pilih adalah tanaman yang berumur pendek dan tidak mempunyai akar tunggang. Seperti misalnya kangkung,  caisim, cabe, bayam. Lalu jenis karung seperti yang bisa digunakan sepertinya jenis apa saja bisa digunakan apakah itu jenis karung polos jenis karung dengan laminasi air atau jenis yang tahan panas apakah itu karung krem, karung gabah, karung sablon maupun karung printing.

Yang kedua setelah karung disiapkan untuk masalah ukuran disesuaikan dengan lahan yang kita punya ya. Serta tanaman yang akan ditanam. Kalau untuk cabe kita masih bisa menggunakan karung dengan ukuran karung 10 kg  per tanaman. Untuk tanaman masal seperti kangkung, bayam, caisim kita bisa menggunakan karung yang lebih besar jika ingin menanam dalam jumlah banyak. Langkah selanjutnya adalah menyediakan media tanam untuk dimasukkan ke dalam karung. Sebelum media tanam dimasukkan lubangi kecil karung dibagian bawah dengan paku yang dipanasin agar karung karung tidak berserabut. Jangan banyak banyak secukupnya saja untuk supaya air tidak tertahan. 

Setelah  karung yang sudah dilubangi siap untuk mengantisipasi supaya karung tidak mudah rapuh bisa didoubel tentu saja lubangnya diseseuaikan ya atau membuat lubangnya saat karung sudah dilapis dua. Setelah itu siapkan media tanam, media tanam ini bisa tanah yang kita ambil sendiri dari kebun atau kalau tidak punya kita membeli di tempat tempat yang menyediakan bahan bahan pertanian. Kita bisa sekalian mencari bibit yang akan kita tanam. 

Biasanya ada yang berbentuk tanah asli belum ada campuran apapun. Atau dalam bentuk cocopeat yaitu media tanah yang terdiri dari tanah, merang , pupuk kandang dengan takaran yang sudah aman. Ini lebih memudahkan kita. Harganya juga tidak terlalu mahal sekitar 20 ribu per karung ukuran 5 kg, kita masukkan media tanam ke karung lalu bisa kita letakkan dipinggir pinggir rumah kita. Diatas aliran air yang kita tutup dengan bambu jadi saat kita mau membersihkan aliran air bisa di geser.

Untuk tanamannya kita memilih membeli yang sudah dalam bentuk bibit tinggal tanam ataukah masih dalam bentuk biji. Kalau untuk Cabe jika dalam bentuk biji ada baiknya kita semai dulu di plastik plastik polybak kecil setelah kira kira tumbuh 4 daun baru kita pindahkan satu satu ke tempat karung karung yang sudah jadi media tanam kalau untuk cabe bisa dengan ukuran karung yang 10 kg atau 25 kg.

Untuk tanaman bayam, kangkung, caisim bisa langsung kita sebar ke media tanam, dengan cara media tanam kita lubangi jarak pendek pendek dengan kayu jangan terlalu dalam hanya untuk biar biji tidak terbang atau terbawa air. Setelah itu dikasih taburan tanah sekali aja jangan tebal nanti malah tidak tumbuh. Selama biji belum tumbuh jangan terlalu sering di siram cukup pastikan tanah lembab saja. Dan jangan diberi pupuk apapun. Jauhkan dari terkena sinar matahari langsung. Jika sudah tumbuh minimal dua daun baru biarkan dibawah sinar matahari langsung.
# Dapatkan info harga karung terupdate silahkan klik DISINI.
 
Untuk perawatan jika tanaman sudah tumbuh cukup seminggu sekali diberi pupuk. Mudah dan simpel ya untuk membudidayakan tanaman dengan media karung. Mengingat produksi karung dengan berbagai ukuran karung dan jenis karung apakah karung polos , karung krem, karung laminating  maupun karung design dan karung printing sangat banyak di Indonesia. Semua jenis karung dari pabrik karung tersebut dapat digunakan disesuaikan saja ukuran. Dengan cara ini kita bisa mengurangi dampak dari limbah karung juga membuat pengeluaran kita lebih hemat dengan menanam sayuran sendiri dan yang jelas lebih sehat karena kita bisa memilih tidak menggunakan pestisida apa apa. Selamat mencoba.

Senin, 23 Januari 2017

Pengaruh Kemasan Karung dalam Meningkatkan Penjualan Beras

Beras merupakan kebutuhn pokok. Sebagian besar masyarakat Indonesia makanan pokoknya adalah beras. Tidak mengherankan jika permintaan akan kebutuhan beras di Indonesia sangat banyak. Apalagi karakter Indonesia yang menyandang predikat sebagai negara agraris. Bisnis beras dan kebutuhan yang menunjang beras seperti karung beras dengan berbagai ukuran adalah sesuatu yang menjanjikan. Pangsa pasar yang terbuka lebar dikarenakan selama masih ada penduduk Indonesia yang mengkonsumsi beras maka bisnis pabrik karung bisa dikatakan tidak ada matinya. Pabrik Karung Beras menjadi alternatif yang menjanjikan kalau mampu menyediakan karung beras dengan berbagai ukuran dan berbagai jenis apakah itu karung polos, karung krem, karung laminating baik dengan karung design sablon ataupun printing.


Akan tetapi bukan berarti bisnis ini pesaingnya sedikit. Dibukanya kran import bagi beras luar negeri sepertinya membuat para pedagang beras harus bisa bersaing secara cerdas agar bisa bertahan. Salah satunya dengan membuat kemasan beras atau yang biasa disebut karung beras dengan berbagai ukuran disesuaikan dengan kebutuhan masing masing konsumen. Beraneka beras dengan jenis dan keunggulan masing masing dengan harga mahal sampai harga murah pun tersedia. Karung beras dengan berbagai design disesuakan jenis beras didalamnya adalah salah satu  cara supaya bisnis beras menarik pelanggan.

Mengingat karakter beras yang penyimpanan tidak bisa sembarangan. Kebanyakan konsumen langsung tidak suka meyimpan beras dalam jumlah banyak. Mereka membeli beras biasanya untuk keperluan minimal satu minggu atau maksimal satu bulan. Dengan asumsi beras tidak kelamaan disimpan sehingga rasanya tidak berubah. Juga biasanya karena takut lapuk atau dimakan tikus. Kemasan beras biasanya dalam bentuk karung yang ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan harian atau mingguan bahkan bulanan. Ini merupakan peluang pabrik karung beras untuk memproduksi karung dengan berbagai peruntukan dan berbagai ukuran karung.

Para penyedia kemasan beras atau penjual karung beras  membidik pasar dengan cara melihat karakteristik pembeli beras yang ingin simpel. Jadi dibuatlah karung beras dengan berbagai  ukuran juga berbagi jenis karung seperti karung laminasi, karung transparan, karung putih polos,karung krem bahkan karung untuk gabah baik yang jenis karung sablon maupun karung printing. Selain ukuran karung.
Pabrik Karung juga harus memperhatikan kualitas karung itu sendiri. Mengingat karakteristik beras yang tidak boleh terkena air dan harus disimpan ditempat yang kering dan tidak lembab maka pabrik karung harus memproduksi karung yang tahan air dan tidak meyebabkan lembab. Design Karung yang menggambarkan jenis dari beras itu sendiri juga penting bagi pabrik karung untuk menarik pembeli. Dengan kemasan yang ukuran karung pas sesuai kebutuhan dan juga dengan jenis karung yang disablon atau diprinting yang menggambarkan jenis dan kualitas serta kuantitas dari beras tersebut akan memudahkan konsumen untuk memilih.

Kemasan Beras biasanya dulu rata rata ukuran 50 kg.  Dengan harga kisaran 500 ribu per karung. Untuk kualitas beras standard tidak terlalu pulen juga tidak terlalu kering, Untuk sebuah keluarga kecil tentu saja ini terlalu banyak. Kecuali untuk warung makan semacam warung tegal atau warteg atau restoran restoran mereka membutuhkan beras dalam jumlah besar sehingga membutuhkan ukurang karung yang lebih besar karena biasanya dengan ukuran karung lebih besar harganya akan lebih murah. 

Sedangkan untuk konsumsi keluarga biasanya dibutuhkan ukuran lebih kecil. Akhirnya penjual karung membuat ukuran karung  lebih kecil disesuaikan kebutuhan. Ada yang berukuran karung  5 kg dan yang berukurun  karung  15 kg atau ada yang berukuran karung 25 kg. Dengan kemasan lebih simpel maka pembeli bisa membeli  sesuai dengan kebutuhan masing masing.
Menjadi kesimpulan membungkus beras dengan karung beras dengan berbagai ukuran adalah menjadi suatu daya tarik sendiri sehingga adalah suatu yang menjanjikan apabila ada suplier atau pabrik karung yang mampu menyediakan kebutuhan tersebut.
# Untuk info harga terupdate silahkan klik DISINI.

Selasa, 27 Desember 2016

Tips Sukses Menanam Padi Organik

Setiap Orang memiliki Hobi masing-masing, ada yang hobinya memasak, menggambar, bermusik, Olahraga dan ada juga yang hobi bertani. Semakin bertambahnya umur tentunya Hobi itu harus di asah supaya bisa bermanfaat untuk orang lain dan juga bisa memperoleh Penghasilan untuk dirinya dan Keluarga. Di artikel ini saya akan membahas tentang Hobi yang juga terdapat di dalam sebuah Game atau Permainan yaitu Bertani. Apa yang mau kita bahas tentang Pertanian? Sesuai dengan Makanan Orang Indonesia sehari-hari yaitu nasi, oleh karena itu judul kali ini adalah Cara Budidaya Padi Organik.

Untuk budidaya Padi Organik ini kita harus memperhatikan dari segi tanahnya juga, apakah sebelumnya digunakan untuk Padi Anorganik atau belum. Karena kalau sebelumnya memanen Padi Anorganik, biasanaya mereka menggunakan Pupuk kimia dalam jumlah besar. Memang lebih cepat tapi tidak tahan lama, dan banyak mengalami Produksi Hasil panen yang terus menurun. Selain itu juga membuat tanah di sawah tidak subur seperti dahulu.
# Baca juga Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam.

Hingga akhirnya para petani mengakali Sawah yang tidak subur tersebut dengan sebuah teknik, dan teknik inilah yang harus di ikuti oleh para Petani Padi lainnya untuk meningkatkan hasil panen padi. Teknik ini dilakukan dengan cara mendiamkan sawah selama satu Musim untuk tidak ditanami Pohon apapun. Dan di masa kosong ini Sawah tersebut diberi Pupuk Organik. Setelah dalam beberapa Bulan, tanah di sawah akan kembali subur dan dapat menanam Padi Organik.

Cara ini juga bisa membuat Petani bisa panen dua kali lipat dari sebelumnya.
Terdapat beberapa Keunggulan menanam Padi Organik yaitu :

•Dengan cara menanam Padi Organik kita bisa lebih hemat air, biasanya Maksimal 2 cm dari Lahan, kalau cara biasanya biasanya sampai tanaman padi terendam
•Dengan cara menanam Padi Organik kita lebih hemat dalam hal tenaga, kita tidak perlu melakukan pencabutan bibit dan memindah bibit seperti yang dilakukan petani tradisional
•Dengan cara menanam Padi Organik dapat membuat Hasil Panen meningkat dua kali lipat Lebih banyak dari pada yang biasanya atau anorganik
•Dengan cara menanam Padi Organik lebih hemat biayanya, Hanya membutuhkan 5kg Benih tiap Hektar
•Dengan cara menanam Padi Organik kita lebih hemat waktu, Yang dimana hanya membutuhkan waktu semai 2 Minggu dan Periode panen dapat dilakukan lebih awal
•Dengan cara menanam Padi Organik kita lebih ramah Lingkungan, karena tidak menggunakan bahan kimia pestisida maupun pupuk buatan. Kalau Menanam Padi Organik kita hanya memanfaatkan Pupuk kandang, pupuk kompos dan juga memanfaatkan Mikro Organisme yang ada di dalam lahan budidaya.
# Baca juga Sejarah Karung Beras Dari Masa ke Masa.

Tentunya keunggulan  ini di banding dengan cara menanam Padi anorganik lebih baik yang Padi Organik bukan? Lalu apa saja Persyaratan tumbuhnya Padi Organik ? Berikut akan di paparkan :

•Untuk Menanam Padi Organik di perlukan sinar matahari penuh sepanjang hari
•Untuk Menanam Padi Organik supaya dapat tumbuh dengan baik disarankan pada ketinggian tanah 0 – 1.500 Meter di atas Permukaan laut
•Untuk Menanam Padi Organik sebaiknya keasaman tanah sekitar PH 5-7 derajat keasaman
•Untuk Menanam Padi Organik lebih disarankan tanahnya adalah jenis tanah berlumpur dan kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman

Sudah dipersiapkan Persyaratannya langsung anda bisa melanjutkan ke Proses Penanaman atau Pembudidayaan Padi Organik, Perhatikan setiap Prosesnya :

- Melakukan Persemaian Benih Padi Organik
- Periksa benih yang baik adalah dengan cara direndam di dalam air, lalu pisahkan bibit yang mengambang, karena benih tersebut kopong. Rendam benih tersebut yang terpilih kualitasnya selama sehari semalam, lalu tiriskan dan Peram/simpan selama 3 hari di tempat yang lembam hingga tumbuh calon tunas.
- Semaikan bibit tersebt di dalam media tanam yang telah diberi pupuk kompos hingga mencapai usia 7 – 12 hari. Untuk Melakukan persemaian benih, dibutuhkan setengah kilogram bibit untuk 200m2.
- Lahan Pertanian padi
- Bajak lahan hingga tanahnya jadi gembur lalu aliri lahan tersebut hingga terendam dan biarkan proses lahan terendam air selama satu hari
- Pindahkan benih yang disemai dan tumbuh calon tunasnya ke dalam lahan yang telah dipersiapkan. Sebaiknya benih padi organik tersebut tidak berumur lebih dari 12 hari dari lahan semai.
- Penanaman padi
- Jarak  tanam jangan terlalu rapat, sekitar 30 x 30 cm saja. Tancap benih padi organik pada lahan dan usahakan tidak terlalu dalam agar leluasa bergerak
- Proses Perawatan Padi
- Ketika di usia tanam 0 – 14 hari biarkan lahan becek saja tanpa tergenang air, supaya membebaskan akar untuk bergerak
- Setelah 14 hari Isi kembali sawah dengan air sampai memasuki usia satu bulan sebelum panen. Di usia satu bulan sebelum panen, alangkah baiknya lahan di keringkan dari air yang menggenangi lahan
- Pemupukan dilakukan pada usia tanam 20 hari supaya menjaga ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kompos, dosis 200 kg / hektar.
- Proses Panen
- Usia panen pada padi Organik biasanya 4 – 6 bulan, tergantung varietas benihnya.

Lim corporation menyediakan karung beras putih polos ,transparan, laminasi. Tersedia juga cetak karung merk sendiri sablon ataupun digital printing. Untuk info harga karung terupdate klik DISINI.

Biasanya setiap 200m2 menghasilkan panen gabah hingga 200 kg jika mengikuti Proses Budidaya padi sebelumnya.
Begitulah Cara Budidaya Padi Organik yang lebih menguntungkan dan efisien di banding yang biasanya. Yuk mulailah dengan penanaman Padi Organik. Good Luck
# Dapatkan info pertanian & perkebunan terlengkap silahkan klik DISINI.

Jumat, 23 Desember 2016

Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam

Beras hitam (Oryza sativa L. indica) memiliki rasa yang enak, pulen dan wangi. Budidaya beras hitam dirasa penting karena dalam beras hitam mengandung berbagai mineral atau antosianin yang cukup tinggi sehingga tak heran jika beras hitam sangat bagus untuk kesehatan.

Cara budidaya ini berbeda dengan biasanya karena perakaran tanaman tidak akan dibuat tergenang air dan bibit tanaman tidak ditanam dalam jumlah banyak dalam satu lubang tanam. Melainkan hanya 1 bibit per lubang tanam.

Dalam proses persemaian bibit, pertama siapkan besek (kotak berbahan anyaman bambu) sebagai wadah persemaian benih padi. Cara ini digunakan untuk memudahkan pengamatan dan seleksi benih terus menerus.

Besek yang digunakan berukuran 15 x 15 cm sebanyak 60-70 benih per 0,14 ha (sering disebut juga ukuran 100 bata) atau 420-490 benih per hektar. Media tumbuh yang dimasukkan dalam besek, yakni tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1. Simpan persemaian di halaman rumah. Dalam tahap ini kebutuhan benih sebanyak 7-10 kg per ha.

*Baca juga 10 Prospek Bisnis Beras Organik

Pembibitan
–          Pilih bibit padi yang baik
–          Benih direndam  lalu tiriskan sampai kering.
–          Lalu ditiriskan lagi sampai kering, lalu disiram dengan air hangat
–          Selanjutnya dilakukan penutupan
–          Kemudian besoknya ditaburkan/disemai di bedengan.
–          Sebelumnya kita juga melakukan tahapan BOKASHI.

Jarak Tanam
Untuk menanam benih menggunakan teknik jarak tanam misalnya 25 x 25 cm, 27 x 27 cm atau 30 x 30 cm. dengan jarak tanam lebar, dapat meningkatkan jumlah anakan produktif, karena persaingan nutrisi/makanan, oksigen dan sinar matahari semakin berkurang.

Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang berasal dari bahan organik berupa hijauan (jerami, batang pisang dan sisa tanaman lainnya), kotoran hewan (kelinci, kambing, sapi dan ayam) dan limbah organik yang telah dikomposkan dengan larutan pengompos (yang berisi mikro organisme). Larutan pengompos tersebut terbuat dari kotoran ikan, limbah kotoran hewan, buah-buahan, air beras, air kelapa, air gula/tebu/nira.

Proses fermentasi memakan waktu 15 hari. Gunakan pupuk organik sebanyak 1-2 ton/ha. bisa juga menggunakan pupuk cair yang dibuat sendiri dari bahan campuran fermentasi rumput laut, kencing kelinci dan air kelapa. Tiap hektar dibutuhkan penyemprotan pupuk cair sebanyak 5 liter. Pupuk organik diberikan sebelum ditanam.

*Yuk! baca juga artikel menarik berikut Panen Padi & Perlakuan Pasca Panen Padi (1)

Pengelolaan Air dan Penyiangan
Padi yang masih dalam tahap pertumbuhan vegetatif (belum keluar malai/tempat keluarnya bunga padi) sebaiknya berada dalam kondisi lembab, dengan cara dialiri air tetapi jangan sampai tergenang air, hanya membasahi saja. Lakukan penyiangan rumput pada umur 7-10 hari setelah tanam. Sebelum penyiangan sebaiknya lahan digenangi 2-3 cm selama beberapa jam untuk memudahkan proses penyiangan. Penyiangan dilakukan selang waktu 10 hari. Dengan pengelolaan air, ternyata bisa memudahkan proses penyiangan.

Pada saat anakan maksimum berumur 47-55 hari setelah tanam, sebaiknya lahan dalam kondisi kering selama 10 hari. Cara ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan vegetatif dan menghemat penggunaan nutrisi agar tidak digunakan untuk menumbuhkan tunas yang tidak produktif dan menghambat tanaman agar tidak tumbuh terlalu tinggi. Setelah 10 hari dikeringkan, kondisi lahan kembali dibasahi namun jangan tergenang selama masa pertumbuhan mlai, bulir, pengisian bulir hingga bernas.

Selanjutnya air dikeringkan kembali hingga saatnya panen. Jika dengan cara budidaya biasa, hanya dihasilkan panen sekitar 5-10 ton per hektar, sedangkan dengan cara ini bisa dihasilkan gabah sekitar 8-14 ton per hektar.

Pengendalian Hama
Gunakan pengendalian hama terpadu dengan menyemprotkan pestisida organik seperti misalnya merek Pesnator keluaran PT Kembang Langit atau musuh alami hamma yang menyerang padi seperti untuk mengusir hama wereng cokelat bisa digunakan predator (musuh alami) berupa laba-laba, kepik atau capung jarum. Dosis pestisida sekitar 3-5 cc per satu liter air, diberikan seminggu sekali, bukan pada saat terserang saja.

Panen
Panen harus memperhatikan waktu yang tepat karena akan mempengaruhi kualitas padi dan beras. Syarat-syarat panen 90 – 95 % gabah dari malai tampak kuning, malai berumur 30 – 35 hari setelah berbunga merata, kadar air gabah 22 – 26 % yang diukur dengan moisture tester.

Jika Anda membutuhkan karung beras untuk panen silahkan hub. kami 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277
Email: limcorporation2009@gmail.com


*Ingin tahu apa keunggulan Karung Plastik jika dibandingkan dengan Karung Goni? yuk baca selengkapnya DISINI

Minggu, 18 Desember 2016

10 Prospek Bisnis Beras Organik

Orang Indonesia mana yang tidak menyukai beras? Bagi sebagian besar saudara-saudari sebangsa dan setanah air kita, seorang warga negara tercatat belum makan ketika belum memakan nasi meski sudah makan sepuluh lembar roti tawar.

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Pasca revolusi hijau di Indonesia, yaitu ketika pemerintahan Soeharto di masa orde baru, berbagai jenis beras transgenik dan beras yang ditumbuhkan dengan bahan-bahan sintesis/bahan kimia mulai dikembangkan dan mendominasi sawah di Indonesia, spesies padi invasif (padi impor) ini perlahan mulai menekan populasi spesies padi indigenus (padi asli Indonesia).

Bahkan penggunaan pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan insektisida mulai menimbulkan degradasi lingkungan. Bayangkan! Pada lingkungan saja bahan-bahan kimia itu bersifat destruktif (merusak). Apalagi jika zat-zat tersebut masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan pokok yang kita konsumsi sehari-hari dalam jangka panjang? Tentu akibatnya akan sangat mengerikan.
#Baca juga Sejarah Karung Beras dari Masa ke Masa.

Eksistensi beras organik beberapa tahun pasca reformasi ini meningkat karena masyarakat mulai menyadari arti penting kesehatan tubuh tanpa bahan kimia. Beras anorganik yang memiliki residu pestisida tinggi dapat mengganggu kinerja jaringan tubuh, membuat metabolisme tidak lancar, sehingga sintesis energi terganggu. Jika sintesis energi terganggu, kita dapat mudah merasa lelah karena meski makan cukup banyak, energi yang dihasilkan oleh proses metabolisme kita tidak memenuhi kebutuhan energi kita sehari-hari.

Dalam jangka panjang, racun kimia yang terkandung dalam pestisida seperti aldehida, heptakhlor, endosulfan, endrine, dialerine, dan sebagainya dapat mengganggu aktivitas sel dan menyebabkan kanker, bahkan gangguan reproduksi. Selain itu, nasi yang ketika menjadi padi diberi pestisida juga berbahaya bagi pertumbuhan janin, sehingga mempengaruhi daya reproduksi pada perempuan.
#Baca juga 5 Ciri Karung Beras Berkualitas.

Menurut harian trubus (2009), permintaan beras organik 5 tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Franchise besar seperti KFC (Kentucky Fried Chicken) mulai menggunakan beras organik karena tingginya permintaan dari konsumen. Jika kita mengantongi sertifikat IMO (Institute for Marketecology Organic), kita mampu dengan mudah menembus pasar Eropa dan Amerika. Di kedua benua ini, masyarakat sudah sangat terdidik untuk memilih berbagai produk organik termasuk beras organik. Sampai saat ini permintaan Beras organik untuk masyarakat, franchise, perusahaan makanan bayi, dan berbagai perusahaan pangan terus meningkat karena kualitas beras organik jauh lebih baik dibanding beras anorganik.

Bisnis beras organik memang bukan perkara barang recehan. Mengekspor beras organik ke luar negeri bukanlah hal yang dapat dilakukan dengan mudah. Izin ekspor itu sendiri perlu diurus dengan berbagai prosedur ketat, dan rata-rata minimal izin ekspor tersebut baru keluar sekitar setahun kemudian. Oleh karena itu, kita membutuhkan kerja keras, kesabaran, dan ketekunan untuk menjalankannya. Meski secara teknis kita tidak perlu khawatir berlebihan karena dengan harga yang jauh melampaui beras anorganik, biaya produksi beras organik juga lebih rendah dari beras anorganik.
#Baca juga Beberapa Hama & Penyakit Pada Tanaman Padi.

Selain mengkondisikan lingkungan di sekitar sawah agar tetap asri serta bebas kontaminasi bahan kimia( seperti pestisida, herbisida, dan insektisida), kita juga perlu memperhatikan faktor utama yang dapat mempengaruhi perkembangan Padi (Oryza sativa), di antaranya benih, lahan, air, dan sarana produksi organik. Di daerah perkotaan, tentu sangat sulit mencari area yang bebas kontaminasi bahan kimia. Hal ini membuka peluang bagi kita untuk memberdayakan area pedesaan dan sekitar pegunungan sebagai lokasi yang berpotensi menjadi sentra beras organik.

Padi Indigenus yang populasinya makin menurun seiring waktu juga dapat dikembangkan menjadi padi organik dengan kualitas prima. Seperti misalnya padi gogo yang dapat tumbuh di tanah tadah hujan dan area pegunungan. Jadi, jangan sampai kita merusak ekosistem gunung dengan membuka lahan persawahan padi organik. Selain, melakukan upaya konservasi pedi gogo, menanam padi dengan varietas ini juga tidak mengancam kelestarian alam di daerah pegunungan.

Di Indonesia sendiri, 10% penduduk menengah ke atas atau sekitar 22 juta penduduk menjadi konsumen potensial yang mulai beralih ke beras organik. Sementara para produsen beras organik di Indonesia baru mampu memenuhi maksimal 15% dari total permintaan konsumen potensial itu.
 
Akhir-akhir ini berbagai memang kita banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang mengimpor beras anorganik. Kini saatnya kita menjadi agen perubahan, membuat gebrakan yang dahsyat dalam bisnis pertanian Indonesia. Luasnya lahan, melimpahnya air murni pegunungan, serta kondisi alam yang mendukung menjadikan negeri ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi eksportir beras organik. Apakah Anda siap menjadi aktor sejarah?
Salam beras organik!

Lim corporation menyediakan karung beras putih polos ,transparan, dan laminasi.Untuk info harga karung beras terupdate silahkan klik DISINI.