Selasa, 18 Juli 2017

Memanfaatkan Karung Untuk Budidaya Tanaman Cabe dan Sayur Di Lahan Terbatas

Melonjaknya harga cabe akhir akhir ini di angka yang cukup fantatis tentu saja membuat konsumen pencinta pedes berteriak. Bayangkan harga cabe 5000 rupiah hanya mendapatkan beberapa biji saja. Kemudian ada anjuran untuk menanam sendiri saja di halaman rumah. Yang menjadi masalah umumnya mereka yang tinggal di perkotaan tidak punya lahan untuk menanam, jangankan lahan untuk menanam. Lahan untuk menjemur pakaian aja terkadang susah.  Sempat ada wacana menanam sayuran atau buah dengan cara hidroponik.

Cara menanam yang cocok untuk lahan terbatas. Memang sepertinya menjadi alternatif menarik bayangkan menanam pohon dan sayuran tanpa media tanah hanya dengan media air bayangan yang pertama kali muncul sangat cocok untuk kita di daerah perkotaan dengan lahan terbatas. Tapi ternyata cara ini tidaklah cukup murah dan di butuhkan pengetahuan. Kalaupun ada pelatihan pelatihan harganya cukup merogoh kantong pribadi belum segala perlengkapan yang harus disiapkan untuk menanam dengan cara hidroponik setelah tanaman tumbuh  pun dibutuhkan nutrisi untuk tanaman ini yang bentuknya cair. Kalau untuk sekedar hobi bisalah hal ini dilakukan. Tapi kalau untuk yang berniat menghemat sayur sayuran dengan menanam sendiri cara ini sepertinya bukan menjadi alternatif.

Baca Juga : Mencegah dan Mengendalikan PENYAKIT BLAS Pada Tanaman Padi

Sebenarnya kalau kita kreatif bisa memanfaatkan barang barang sekitar kita. Salah satunya adalah karung bekas beras atau karung bekas apa aja pembungkus konveksi atau pembungkus sepatu. Kita bisa memilih berbagai ukuran karung. Kalaupun kita tidak punya karung bekas kita bisa membeli karung ini dengan harga yang relatif murah yaitu sekitar 2000 rupiah saja. Dibandingkan dengan ember atau kaleng. Karung lebih mudah didapat dan tentu jauh lebih murah. Bagaimanakah kita menggunakan karung untuk budidaya sayuran?

Pertama yang harus diperhatikan untuk media menanam apa cocoknya karung ini. Yang jelas untuk mereka yang punya lahan terbatas dan dana terbatas juga. Tanaman yang kita pilih adalah tanaman yang berumur pendek dan tidak mempunyai akar tunggang. Seperti misalnya kangkung,  caisim, cabe, bayam. Lalu jenis karung seperti yang bisa digunakan sepertinya jenis apa saja bisa digunakan apakah itu jenis karung polos jenis karung dengan laminasi air atau jenis yang tahan panas apakah itu karung krem, karung gabah, karung sablon maupun karung printing.

Yang kedua setelah karung disiapkan untuk masalah ukuran disesuaikan dengan lahan yang kita punya ya. Serta tanaman yang akan ditanam. Kalau untuk cabe kita masih bisa menggunakan karung dengan ukuran karung 10 kg  per tanaman. Untuk tanaman masal seperti kangkung, bayam, caisim kita bisa menggunakan karung yang lebih besar jika ingin menanam dalam jumlah banyak. Langkah selanjutnya adalah menyediakan media tanam untuk dimasukkan ke dalam karung. Sebelum media tanam dimasukkan lubangi kecil karung dibagian bawah dengan paku yang dipanasin agar karung karung tidak berserabut. Jangan banyak banyak secukupnya saja untuk supaya air tidak tertahan.

Setelah  karung yang sudah dilubangi siap untuk mengantisipasi supaya karung tidak mudah rapuh bisa didoubel tentu saja lubangnya diseseuaikan ya atau membuat lubangnya saat karung sudah dilapis dua. Setelah itu siapkan media tanam, media tanam ini bisa tanah yang kita ambil sendiri dari kebun atau kalau tidak punya kita membeli di tempat tempat yang menyediakan bahan bahan pertanian. Kita bisa sekalian mencari bibit yang akan kita tanam.
Biasanya ada yang berbentuk tanah asli belum ada campuran apapun. Atau dalam bentuk cocopeat yaitu media tanah yang terdiri dari tanah, merang , pupuk kandang dengan takaran yang sudah aman. Ini lebih memudahkan kita. Harganya juga tidak terlalu mahal sekitar 20 ribu per karung ukuran 5 kg, kita masukkan media tanam ke karung lalu bisa kita letakkan dipinggir pinggir rumah kita. Diatas aliran air yang kita tutup dengan bambu jadi saat kita mau membersihkan aliran air bisa di geser.

Untuk tanamannya kita memilih membeli yang sudah dalam bentuk bibit tinggal tanam ataukah masih dalam bentuk biji. Kalau untuk Cabe jika dalam bentuk biji ada baiknya kita semai dulu di plastik plastik polybak kecil setelah kira kira tumbuh 4 daun baru kita pindahkan satu satu ke tempat karung karung yang sudah jadi media tanam kalau untuk cabe bisa dengan ukuran karung yang 10 kg atau 25 kg.

Jangan Lewatkan : Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam

Untuk tanaman bayam, kangkung, caisim bisa langsung kita sebar ke media tanam, dengan cara media tanam kita lubangi jarak pendek pendek dengan kayu jangan terlalu dalam hanya untuk biar biji tidak terbang atau terbawa air. Setelah itu dikasih taburan tanah sekali aja jangan tebal nanti malah tidak tumbuh. Selama biji belum tumbuh jangan terlalu sering di siram cukup pastikan tanah lembab saja. Dan jangan diberi pupuk apapun. Jauhkan dari terkena sinar matahari langsung. Jika sudah tumbuh minimal dua daun baru biarkan dibawah sinar matahari langsung.

Untuk perawatan jika tanaman sudah tumbuh cukup seminggu sekali diberi pupuk. Mudah dan simpel ya untuk membudidayakan tanaman dengan media karung. Mengingat produksi karung dengan berbagai ukuran karung dan jenis karung apakah karung polos , karung krem, karung laminating  maupun karung design dan karung printing sangat banyak di Indonesia. Semua jenis karung dari pabrik karung tersebut dapat digunakan disesuaikan saja ukuran. Dengan cara ini kita bisa mengurangi dampak dari limbah karung juga membuat pengeluaran kita lebih hemat dengan menanam sayuran sendiri dan yang jelas lebih sehat karena kita bisa memilih tidak menggunakan pestisida apa apa. Selamat mencoba.

Senin, 17 Juli 2017

Mencegah dan Mengendalikan PENYAKIT BLAS Pada Tanaman Padi



Hama & Penyakit – Penyakit Blas adalah penyakit bercak daun pada tanaman padi yang disebabkan oleh cendawan Pyricularia grisea dikenal juga dengan nama Pricularia oryzae. Selain daun penyakit ini juga menyerang pelepah, batang dan bulir padi. Pada awalnya penyakit blas banyak menyerang tanaman padi darat (gogo), namun kini penyakit blast juga menyerang tanaman padi sawah. Berdasarkan informasi dari Balitbang Pertanian RI, daerah endemik penyakit blas di Indonesia antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Bali dan NTB. Jamur P. grisea (Pricularia oryzae) dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher. Perkembangan parah penyakit blas leher infeksinya dapat mencapai bagian ga
bah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne).
*Baca juga Metode Menanam Padi di Lahan Rawa 

Penyakit Blas Daun Padi

Gejala penyakit blas secara fisik mudah terdeteksi pada seluruh bagian tanaman padi. Gejala dapat dideteksi jika terlihat adanya bercak pada daun, malai (busuk leher), batang dan bulir padi. Bercak pada daun berbentuk belah ketupat atau lonjong. Pada bagian tepi bercak berwarna kecoklatan dan pada bagian tengah bercak berwarna abu-abu atau putih. Serangan pada malai terlihat jika ada tangkai malai yang membusuk. Gejala yang terjadi pada malai biasa disebut juga dengan busuk leher (neck rot). Busuk leher akan menyebabkan gabah hampa jika serangan terjadi sebelum masa pengisian bulir. Sedangkan infeksi yang terjadi pada batang padi menyebabkan busuk batang dan mudah rebah.

Penyakit Blas Leher

Penyakit blas leher juga sering disebut busuk leher, patah leher, TEKEK (jawa Tengah), KECEKIK (Jawa Barat). Penyakit blas juga dapat berkembang pada tanaman selain padi seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan. Pada lingkungan yang kondusif, blas daun berkembang pesat dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian tanaman. Penyakit blas leher dapat menurunkan hasil secara nyata karena menyebabkan leher malai mengalami busuk atau patah sehingga proses pengisian malai terganggu dan banyak terbentuk bulir padi hampa. Gangguan penyakit blas leher di daerah endemis sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso, seperti yang terjadi di Lampung dan Sumatera Selatan.

Penyakit Blas Kolar

Penyebaran spora cendawan Pyricularia grisea (Pricularia oryzae) dibantu oleh angin dan dapat mencapai radius 2 km. Tanaman inang juga berperan dalam penyebaran penyakit ini, antara lain tanaman padi, rerumputan dan jagung. Selain itu faktor pemupukan dan jarak tanam juga berpengaruh terhadap perkembangan penyakit blas. Penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan menyebabkan tanaman menjadi lemah dan rentan terhadap serangan cendawan Pyricularia grisea (Pricularia oryzae). Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan lingkungan menjadi lembab. Cendawan Pricularia oryzae berkembang biak dengan cepat pada kondisi lingkungan yang lembab.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas sperti tanah, pengairan, kelembaban, suhu, pupuk dan ketahanan varietas. Faktor-faktor tersebut merupakan komponen epidemi penyakit yang dapat dikelola untuk tujuan pengendalian penyakit blas. Upaya untuk mengendalikan penyakit blas melalui pengelolaan komponen epidemi secara terpadu mempunyai peluang keberhasilan tinggi.

Pengendalian Penyakit Blas

Pengendalian dan pencegahan penyakit blas dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit blas, sesuai dengan sebaran ras yang ada di daerah setempat.
2. Menanam padi secara serempak dan bersamaan dengan petani-petani lainnya, hindari penanaman terlalu cepat atau terlambat,
3. Menanam dengan jarak tidak terlalu rapat agar lingkungan tidak lembab,
4. Tidak menanam padi dengan varietas yang sama secara terus menerus, Lakukan rotasi varietas untuk meminimalisir serangan penyakit blas,
5. Menggunakan benih yang sehat, pilihlah benih dari tanaman padi yang sehat dan tidak terinfeksi penyakit,
6. Menggunakan jerami sebagai pupuk kompos agar jerami tidak dijadikan tempat perkembang biakan cendawan Pricularia oryzae. Pengkomposan jerami dapat menyebabkan miselia dan spora jamur mati, karena naiknya suhu selama proses dekomposisi.
7. Perlakuan benih dengan fungisida, pengendalian secara dini dengan perlakuan benih sangat dianjurkan untuk menyelamatkan persemaian sampai umur 30 hari setelah sebar.
8. Pemberian pupuk secara berimbang antara nitrogen, phospat dan kalium. Kalium dan phospat berperan dalam meningkatkan kekebalan tanaman terhadap serangan cendawan Pricularia oryzae,
9. Penyemprotan dengan fungisida, misalnya Isoprotiolan (Fujiwan 400 EC), Trisiklazole (Dennis 75 WP, Blas 200 SC, Filia 252 SE), Kasugamycin (Kasumiron 25 WP), Thiophanate methyl (Tyopsin 70 WP) atau Envoy 80 WP. Penyemprotan fungisida sistemik sebaiknya dilakukan 2 kali pada saat stadia tanaman anakan maksimum dan awal berbunga untuk mencegah penyakit blas daun dan blas leher terutama di daerah endemik.
*Info harga karung plastik, karung waring, tali salaran bisa Anda cek DISINI

Penanaman Varietas Tahan

Penyakit Blas Buku

Cara yang paling efektif, murah dan ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit blas adalah menggunakan varietas tahan. Penggunaan varietas tahan harus disesuaikan dengan sebaran ras yang ada di suatu daerah. Beberapa varietas padi yang tahan terhadap beberapa ras patogen penyakit blas diantaranyas adalah Inpari 21, Inpari 22, Inpari 26, Inpari 27, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 6, Inpago 7, dan Inpago 8. Upaya lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan varietas tahan adalah dengan tidak menanam padi secara monogenik (1 atau 2 varietas) secara luas dan terus menerus. Bila padi tersebut ditanam terus menerus sepanjang tahun maka harus dilakukan pergiliran varietas. Beberapa varietas yang berbeda tingkat ketahanannya ditanam pada satu areal, dapat mengurangi tekanan seleksi terhadap patogen, sehingga dapat memperlambat terjadinya ras baru patogen dan patahnya ketahanan suatu varietas.

Selasa, 04 Juli 2017

Metode Menanam Padi di Lahan Rawa


Tanaman Padi adalah salah satu komoditas pangan yang dibudiayakan hampir di seluruh wilayah di Indonesia. Selain sebagai makanan pokok, toleransi padi pada berbagai kondisi iklim dan tanah yang luas membuat padi banyak dibudidayakan masyarakat. Lahan rawa lebak memiliki beragam potensi yang akan sangat berguna ketika mampu menggalinya. Salah satu potensi yang ada di lahan rawa lebak adalah potensi untuk bidang pertanian. Lebih spesifik lagi, potensi lahan rawa lebak adalah untuk pertanian padi.

Varietas tanaman padi yang umum dibudiayakan pada lahan rawa lebak adalah padi rintak dan padi surung. Padi rintak biasa ditanam pada musim kemarau ketika air yang menggenangi rawa lebak tidak terlalu tinggi. Padi surung ditanam pada musim hujan ketika lahan rawa lebak tergenang air cukup tinggi. Padi rintak ditanam pada musim kemarau karena dari sisi morfologi, padi jenis rintak memiliki tinggi yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, padi rintak juga tidak tahan dengan genangan air yang tinggi dan dalam durasi waktu yang lama. Padi rintak pada umumnya memiliki umur yang pendek. Jenis padi irigasi yang ditanam sebagai padi rintak misalnya IR 42, IR 64, IR 66, cisoka, cisanggarung, ciherang, dan mekonga. Sedangkan padi yang memang cocok dibudidayakan pada lahan pasang surut adalah Kapuas, lematang, dan margasari. Padi surung ditanam pada musim hujan karena memiliki sifat seperti mampu memanjang mengikuti kenaikan genangan air dan dapat tegak kembali setalah rebah. Jenis padi surung diantaranya adalah nagara, tapus, dan alabio.

Metode tanam padi pada lahan rawa lebak sangat tergantung pada keadaan musim dan ketinggian genangan di lahan. Sistem tanam padi dapat berupa sistem sawah, gogo rancah, rancah gogo, atau gogo tergantung pada musim dan ketersediaan air. Jika menggunakan sistem sawah, maka tanam dilakukan pada musim hujan atau pada awal akhir musim hujan. Sistem gogo dilakukan pada musim kemarau dan air masih tersedia. Sistem gogo rancah penanaman dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim hujan. Rancah gogo dilakukan pada akhir musim hujan menjelang musim kemarau.
#Baca juga Cara Mencegah Tanaman Padi Agar Tidak Roboh

Kesuksesan budidaya padi pada lahan rawa lebak sangat tergantug pada keramahan alam karena seringkali lahan rawa lebak mengalami kebanjiran. Banjir di lahan rawa lebak khususnya di Indonesia biasanya bersifat mendadak, berbeda dengan yang ada di Thailand dan Bangladesh yang datang semetode bertahap sehingga dapat diikuto oleh pertumbuhan panjang batang padi. Hal yang perlu diperhatikan adalah penentuan waktu tanam. Keterlambatan waktu tanam menjadikantanah dapat menjadi sangat tergengang atau sangat kering sebelum tanam dilakukan. Selain itu, juga ada peluang akan terjadi genangan yang tinggi ketika panen berlangsung. Oleh karena itu, jika waktu yang tersedia sedikit, diperlukan varietas yang memiliki umur pendek sehingga dapat panen sebelum air datang.

Lahan rawa lebak masuk pada golongan lahan yang subur karena adanya luapan banjir sehingga terjadi pengkayaan unsure hara. Pengkayaan unsure hara membuat ameliorant dan beberapa pupuk relative dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Namun demikian, pemberian pupuk dan bahan ameliorant memberikan respon kepada padi dan menghasilkan panen yang lebih tinggi. Selain pupuk kimia, dapat pula diberikan pupuk hijau seperti azolla, anabaena, kiambing, dan lain sebagainya. Pemberian pupuk dengan metode dibenamkan atau dalam bentuk briket lebih baik karena memberikan hasil padi yang lebih tinggi.
#Info harga terupdate tentang karung beras plastik bisa Anda cek DISINI

Hambatan yang sering kali muncul pada padi lahan rawa lebak adalah adanya hama dan penyakit yang menyerang. Hama utama yang menyerang adalah tikus, ulat grayak, penggerek batang padi, wereng coklat, hama putih palsu, dan walang sangit. Penyakit yang sering ditemukan pada padi lahan rawa lebak adalah blas, bercak coklat, hawa pelepah daun, dan bakanae.

Jumat, 16 Juni 2017

Mari Kenali Beberapa Jenis Pupuk Organik!!



Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organik dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan dan wujudnya. Dari sisi bahan baku ada yang terbuat dari kotoran hewan, hijauan atau campuran keduanya. Dari metode pembuatan ada banyak ragam seperti kompos aerob, bokashi, dan lain sebagainya. Sedangakan dar sisi wujud ada yang berwujud serbuk, cair maupun granul atau tablet.

Seiring perkembangan teknologi pupuk organik berkembang sangat pesat. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, sampai masalah ketergantungan petani terhadap pupuk. Oleh karena itu, pemakaian pupuk organik kembali digalakan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.
*Baca juga Manfaat Penggunaan Kemasan Karung Beras Putih Polos



Jenis-Jenis Pupuk Organik

Ada berbagai jenis pupuk organik yang digunakan para petani di lapangan. Secara umum pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. qDilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sedangkan dilihat dari bahan penyusunnya terdapat pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos.

1. Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.
Pengaplikasian pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses pengomposan. Di lahan tegalan atau lahan kering, para petani biasa menanam leguminos, seperti ki hujan, sebagai pagar kebun. Di saat-saat tertentu tanaman pagar tersebut dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau. Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat pengolahan lahan.

2. Pupuk Kandang

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan seperti unggas, sapi, kerbau dan kambing. Secara umum pupuk kandang dibedakan berdasarkan kotoran hewan yang kencing dan tidak kencing. Contoh hewan yang kencing adalah sapi, kambing dan kerbau. Hewan yang tidak kencing kebanyakan dari jenis unggas seperti ayam, itik dan bebek.
Karateristik kotoran hewan yang kencing waktu penguraiannya relatif lebih lama, kandungan nitrogen lebih rendah, namun kaya akan fosfor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok digunakan pada tanaman yang diambil buah atau bijinya seperti mentimun, kacang-kacangan, dan tanaman buah. Sedangkan karakteristik kotoran hewan yang tidak kencing waktu penguraiannya lebih cepat, kandungan nitrogen tinggi, namun kurang kaya fospor dan kalium. Pupuk kandang jenis ini cocok diterapkan untuk tanaman sayur daun seperti selada, bayam dan kangkung.
Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang. Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matang sebelum diaplikasikan ke lahan.

3. Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah pupuk yang dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme dekomposer bisa berupa bakteri, jamur atau kapang. Sedangkan makroorganisme dekomposer yang paling populer adalah cacing tanah. Dilihat dari proses pembuatannya, ada dua metode membuat pupuk kompos yaitu proses aerob (melibatkan udara) dan proses anaerob (tidak melibatkan udara).
Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian dekomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Sehingga pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnya, misalnya pupuk bokashi, vermikompos, pupuk organik cair dan pupuk organik tablet. Pupuk kompos bisa dibuat dengan mudah, silahkan baca cara membuat kompos. Bahkan beberapa tipe pupuk kompos bisa dibuat sendiri dari limbah rumah tangga, seperti pupuk bokashi dan pupuk kompos takakura.

4. Pupuk Hayati Organik

Pupuk hayati merupakan pupuk yang terdiri dari organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. Dalam Peraturan Menteri Pertanian pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organik melainkan sebagai pembenah tanah, lihat penjelasannya dalam pengertian pupuk hayati. Namun dalam penerapannya di lapangan seringkali dianggap sebagai pupuk organik.
Pupuk hayati bekerja tidak seperti pupuk organik biasa yang bisa langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan menyediakan nutrisi untuk tanaman. Pupuk ini secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan fosfor dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus menerus dan secara berkelanjutan.
Pupuk hayati dibuat dengan mengisolasi bakteri-bakteri tertentu seperti Azotobacter choococum yang berfungsi mengikat unsur unusr N, Bacillus megaterium bakteri yang bisa melarutkan unsur P dan Bacillus mucilaginous yang bisa melarutkan unsur K. Mikroorganisme tersebut bisa didapatkan di tanah-tanah hutan, pegunungan atau sumber-sumber lain.
#Info harga segala macam plastik pertanian bisa Anda lihat DISINI

Rabu, 07 Juni 2017

Jual Berbagai Jenis Karung Plastik, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Laminasi (Laminating), Karung Krem/Kuning, dan Karung Bagor (Roll)

Berbagai Jenis Karung Plastik

LIM CORPORATION - Produsen & distributor karung plastik (woven bag), melayani kebutuhan aneka jenis karung untuk berbagai kebutuhan Anda. Harga lebih MURAH, harga pabrik. Kami sudah cukup lama berpengalaman melayani customer dari seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT, NTB, dan Papua. Jadi, jangan ragu lagi, percayakan kebutuhan karung Anda pada kami, Transaksi dijamin AMAN & NYAMAN.

Berbagai jenis karung plastik yang kami sediakan antara lain:
1). Karung Beras Laminasi (Printing)
Karung laminasi ini dijual dengan merk yang diperuntukkan secara umum. Merk karung laminasi yang tersedia yakni: Pak Tani, Bunga, Lele Super, Bianglala, Cendrawasih, Putri Agri, Kepala Singa, Aprikort, Tomat & Cherry, dll.
Untuk karung laminating ini ada 2 macam jenis:
• Karung 100% laminasi :
- Ukuran 5 kg  : 30 x 50 cm
- Ukuran 10 kg : 35 x 55 cm

• Karung 50% laminasi (satu sisi laminasi)
- Ukuran 20 kg : 40 x 70 cm
- Ukuran 25 kg : 45 x 75 cm

2). Karung Transparan
Karung transparan 10.10.D.650 (anyaman 10x10, ketebalan 650). Karung transparan biasa digunakan untuk pengepakan barang atau juga untuk wadah beras. Ukuran karung transparan:
- 10kg 35 x 55 cm
- 20kg 40 x 70 cm  
- 25kg 45 x 71 cm  
- 25kg 45 x 75 cm  
- 50kg 56 x 90 cm  

3). Karung Putih Polos
Karung putih polos biasa digunakan untuk pengepakan/pengemasan barang, beras, pakan ternak, pupuk, gabah, dll. Karung putih polos juga dipakai untuk karung pengemasan beras Bulog. Ukuran karung putih polos
- Ukuran 45 x 75cm
- Ukuran 56 x 90cm, 10.10.D.600 (anyaman 10x10, ketebalan 600)
- Ukuran 56 x 90cm, 10.10.D.800 (anyaman 10x10, ketebalan 800)
- Ukuran 60 x 100cm
- Ukuran 60 x 100cm, 10.10.D.700 (anyaman 10x10, ketebalan 700)
- ukuran 75 x 115cm

4). Karung Warna Cream & Kuning (karung daur ulang)
Karung krem & kuning ini dibuat dari bahan campuran daur ulang. Biasanya digunakan untuk pengepakan batu bara, gabah, pupuk organik, pasir, lumpur, sifatnya sekali pakai, karena tidak bisa tahan lama seperti karung jenis lainnya. Karung warna cream & kuning 10.10.D.650 (anyaman 10x10, ketebalan 650). Ukuran karung cream & karung kuning, antara lain:
- ukuran 56 x 90  cm
- ukuran 60 x 100 cm
- ukuran 75 x 115 cm
- ukuran 75 x 125 cm
Minimal order 5.000 lembar, boleh campur berbagai jenis karung, minimal per jenis 1000 lembar
# Mohon maaf, saat ini kami belum bisa mengerjakan pesanan karung ukuran khusus (custom)

5). Karung Bagor (karung Roll)
Sedangkan karung roll atau bagor ini biasanya digunakan untuk pengepakan barang di pergudangan atau expedisi. Dikemas dalam bentuk roll, agar bisa fleksibel dalam pemakaiannya, bisa dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.
– ukuran 1,2m x 50m
– ukuran 1,2m x 70m
– ukuran 1,2m x 90m
* Khusus karung bagor/roll minimal order 20 roll = 1 ball.

Pemesanan Karung Sablon & Karung Laminasi (Printing) Merk Khusus
Kami melayani pemesanan karung laminasi 9printing) dan karung sablon merk khusus sesuai permintaan Anda.
Kami melayani pesanan karung laminasi dan karung sablon merk khusus
- Karung laminasi printing minimal order 30.000 lembar
- Karung putih polos/transparan sablon minimal order 5000 lembar.
Keterangan lebih lanjut silahkan hubungi admin kami pada jam kerja pkl. 08.15-16.00 WIB (Minggu & hari Besar Libur), di nomor: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950 (Call/SMS/WA).

Harga Karung Plastik
Untuk informasi up date harga karung plastik, harga karung putih polos, harga karung transparan, harga karung laminasi, harga karung krem/kuning, dan harga karung bagor/roll silahkan klik DISINI.
Untuk pemesanan karung plastik, silahkan hubungi kami:
♣ Telp : 031- 8830487
♣ Call/SMS/WA: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
♣ Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Budidaya Padi Organik Yang Benar

Budidaya Padi Organik

Senyawa organik adalah senyawa yang bisa diuraikan oleh organisme pengurai (bakteri, jamur, kapang dan mikroorganisme lainnya). Dengan meminjam istilah senyawa organik tersebut maka budidaya organik adalah teknik bercocok tanam komoditas pertanian dengan menggunakan bahan yang bisa diuraikan oleh organisme pengurai. Ciri budidaya organik adalah:
1). Tidak menggunakan pestisida, insektisida dan pupuk dari bahan kimia sintetis atau buatan

2). Tingkat kesuburan tanah dipelihara dengan cara proses "alami". Misalnya dengan cara penanaman tumbuhan penutup, penggunaan pupuk kandang yang di komposkan, dan pendayaagunaan limbah pertanian (tumbuhan).
3). Perotasian tanaman untuk menghidari berkembangnya siklus hama dan penyakit.

4). Pemanfaatan rantai makanan dan bahan non kimia untuk pengendalian hama, gulma dan penyakit. Misalnya jerami setengah busuk untuk menekan gulma dan serangga yang bermanfaat untuk memangsa hama.

# Baca juga Menerima Pesanan Karung Merk Khusus, Merk Custom, Merk Sendiri

Tantangan terberat di penanaman padi organic bisanya berkaitan dengan pengelolaan hara dan pengendalian gulma, hama dan penyakit. Berikut beberapa langkah budidaya tanaman padi organic.
1). Menyemai Benih
Di saat menyemai benih bisa juga dilakukan dengan melakukan seleksi benih yang dimaksud ketika "benih tenggelam dalam air atau mengapung". Untuk benih di bisa juga digunakan luasan kurang lebih 200 meter persegi dengan perbandingan setengah kilogram. Pengujian juga bisa dilakukan untuk memastikan benih dengan memasukan kedalam air dengan yang telah diberikan larutan garam. Benih tersebut direndam dalam air selama 24 jam ditiriskan dan diperam 2 sampai 3 hari ditempat lembab hingga calon tunas dan sebaiknya segera disemaikan di media tanah kemudian menggunakan pupuk kompos 10kg.  Selanjutnya setelah umur 7 sampai 12 benih siap ditanam.

Karung Laminasi
2). Mengolah Lahan
Seperti di umumnya untuk pengolahan lahan penanaman padi di sawah dilakukan dengan cara dibajak dan dicangkul, sedangkan pembajakan bisa dilakukan 2 kali pembajakan. Untuk Pembajakan kasar dan memperhalus mencapai 2 sampai 3 hari dan selanjutnya aliri dan direndam dengan air lahan sawah selama 1 hari dan pastikan keesokan harinya benih telah disemai dan telah siap untuk ditanam dengan catatan berumur 7 sampai 12 hari.

3). Menanam Benih Padi
Pada tahap penanaman, sebelum bibit padi ditanamkan butuh dilakukan pembuatan jarak tanam atau (pencaplakan) 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm dan butuh diketahui untuk penanaman usahakan jangan terlalu dalam karena akan mempengaruhi gerak akar agar lebih leluasa.

# Jangan lewatkan Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam

4). Melakukan Perawatan
Di tahap Penanaman, sangat dibutuhkan menjaga aliran air supaya sawah tidak tergenang terus menerus dan hanya di pengaliran saja, sehingga butuh dijaga untuk pengairan dengan membuka dan menutup air secara teratur. Untuk pengairan di penanaman dangkal tanah tanpa genangan air, sampai anakan 10 sampai 14 hari, setelah itu isi air sampai menggenang dan tanah tidak terkena sinar matahari selanjutnya dialiri. Setelah sekitar satu minggu butuh dilakukan pemupukan jika tidak ada pertumbuhan signifikan, selanjutnya ketika mulai berbunga umur 2 bulan digenangi air dan menjelang panen lahan dikeringkan. Untuk pemupukan bisa dilakukan 20 hari setelah tebar dengan menggunakan pupuk kompos 175 sampai 200 kg dengan tanah dikeringkan dan 27 hari setelah tebar aliri sawah dengan kering dan basah.

5). Penanggulangan Hama Pada Tanaman Padi Organik
Sedangkan yang butuh dilakukan untuk tanaman padi dengan berbagai hama atau penyerangan diantaranya adalah burung, walang sangit, wereng serta daun menguning. Cara yang dilakukan terkadang secara manual dengan membuat orang- orangan sawah untuk hama dan burung, sedangkan untuk penyemprotan dengan pestisida hayati seperti nanas, bawang putih serta kipait atau gadung dan pencabutan di penyakit daun menguning.

Minggu, 04 Juni 2017

Keunggulan Budidaya Tanaman Padi Organik Dengan Sistem SRI


Cara budidaya tanaman padi organik dengan System of Rice Intensification  atau yang biasa dikenal dengan sebutan “SRI”. Cara ini merupakan suatu inovasi dalam teknik budidaya tanaman padi. Di beberapa  wilayah sistem tanam  SRI terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat. Cara menanam padi dengan sistem SRI pertama kali dikembangkan di Madagaskar.

Bermacam praktek di berbagai negara membuktikan bahwa cara SRI berhasil menekan seminimal mungkin biaya produksi.  Hal ini sejalan dengan upaya para aktivis pertanian organik untuk mengolah tanah secara berkelanjutan. Hasilnya, ditemukan hubungan konservasi air pada sistem budidaya padi SRI dengan upaya konservasi tanah yang dianut pada budidaya padi organik. Saat ini, banyak para petani organik yang menerapkan budidaya padi dengan cara SRI.

Cara budidaya tanaman padi  dengan sistem SRI organik merupakan perpaduan antara cara budidaya padi SRI yang pertamakali dikembangkan di Madagaskar, dengan cara budidaya padi organik dalam praktek pertanian organik. Cara ini akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman. Dengan sistem SRI organik daur ekologis akan berlangsung dengan baik karena memanfaatkan mikroorganisme tanah secara natural. Pada gilirannya keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan akan sellalu terjaga. Di sisi lain, produk yang dihasilkan dari cara ini lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.

# Baca juga Cara Budidaya Tanaman Padi Beras Hitam

Dengan budidaya sistem ini kesuburan tanah dikembalikan sehingga daur-daur ekologis dapat kembali berlangsung dengan baik dengan memanfaatkan mikroorganisme tanah sebagai penyedia produk metabolit untuk nutrisi tanaman. Melalui cara ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat tetap terjaga dengan baik, demikian juga dengan produk akhir yang dihasilkan, yang notabene lebih sehat bagi konsumen karena terbebas dari paparan zat kimia berbahaya.
Dengan cara budidaya padi organik menggunakan sistem SRI ini bisa menghasilkan produk akhir berupa beras organik yang memiliki kualitas tinggi sebagai beras sehat, dilihat dari beberapa aspek berikut:

1. Aspek lingkungan, dengan menghilangkan penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia dan manajemen penggunaan air yang terukur secara tidak langsung telah membantu mengkonservasi lingkungan.
2. Aspek kesehatan, bagi konsumen produk yang dihasilkan akan lebih sehat dan menyehatkan, karena tidak terkandung residu zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dalam tubuh manusia.
3. Produktivitas tinggi, bagi produsen atau petani, penerapan cara ini bisa meningkatkan hasil panen yang pada giliranya menghasilkan keuntungan maksimal.
4. Kualitas yang tinggi, produk  yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan produk konvensional, sehingga harganya pun tentunya akan lebih baik.
5. Prinsip budidaya padi organik SRI
6. Tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah semai ketika bibit masih berdaun 2 helai
7. Bibit ditanam satu pohon perlubang dengan jarak minimal 25 cm persegi
8. Pindah tanam harus sesegera mungkin (kurang dari 30 menit) dan harus hati-hati agar akar tidak putus
9. Penanaman padi dengan perakaran yang dangkal
10. Pengaturan air, pemberian air maksimal 2 cm dan tanah tidak diairi secara terus-menerus sampai terendam dan penuh, namun hanya lembab (irigasi berselang atau terputus)
11. Peningkatan aerasi tanah dengan penggemburan atau pembajakan
12. Penyiangan sejak awal sekitar 10 hari dan diulang 2-3 kali dengan interval 10 hari
13. Menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik
14. Keunggulan budidaya padi organik SRI

# Jangan lewatkan Menerima Pesanan Karung Merk Khusus, Merk Custom, Merk Sendiri

15. Tanaman hemat air, Selama pertumbuhan dari mulai tanam sampai panen memberikan air max 2 cm, paling baik macak-macak sekitar 5 mm dan ada periode pengeringan sampai tanah retak (irigasi terputus)
16. Hemat biaya, hanya butuh benih 5 kg per hektar. Tidak memerlukan biaya pencabutan bibit, tidak memerlukan biaya pindah bibit, tenaga tanam kurang, dll.
17. Hemat waktu, ditanam bibit muda 5 – 12 hari setelah semai, dan waktu panen akan lebih awal
18. Produksi meningkat, di beberapa tempat mencapai 11 ton per hektar
19. Ramah lingkungan, tidak menggunaan bahan kimia dan digantikan dengan mempergunakan pupuk organik (kompos, kandang dan mikro-oragisme lokal), begitu juga penggunaan pestisida.

Wow...banyak sekali ya keunggulan menanam padi organik dengan sistem SRI. Oleh karenanya gunakan sistem ini agar hasil panen meningkat dan lingkungan tetap terjaga kelestariannya.