HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Manfaat Karung Beras Untuk Penanganan Pasca Panen Padi, Hasilnya Lebih Berkualitas


Penanganan atau perlakuan pasca panen padi yaitu terdiri dari beberapa tahap kegiatan seperti penentuan waktu panen, pemanenan, penumpukan dan pengumpulan padi, perontokan, pengeringan gabah, pengemasan dan penyimpanan gabah, penggilingan, pengemasan dan penyimpanan beras, serta tahap pemasaran.

A. Penentuan Saat Panen

Proses penentuan ketika panen yaitu tahap awal dari kegiatan penanganan pasca panen padi. Ketidaktepatan dalam penentuan ketika panen bisa menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah atau beras yang rendah. Penentuan ketika panen bisa dilaksanakan berdasarkan pengamatan visual serta pengamatan teoritis.

1) Pengamatan Visual
Pengamatan visual ini dilaksanakan dengan cara melihat keadaan padi pada hamparan lahan sawah. Apabila dilihat dari pengamatan visual, umur panen optimal padi yaitu apabila 90%-95% butir gabah pada malai padi sudah berwarna kuning keemasan. Padi yang dipanen pada kondisi tersebut akan menghasilkan gabah berkualitas baik jadi bisa menghasilkan rendemen giling yang tinggi.

2) Pengamatan Teoritis
Tahap pengamatan ini dilaksanakan dengan cara melihat deskripsi dari varietas padi dan mengukur kadar airnya dengan alat moisture tester. Apabila dilihat dari deskripsi varietas padi, umur panen padi yang pas yaitu 30-35 hari sesudah berbunga merata atau sekitar 135-145 hari sesudah tanam. Dan apabila dilihat dari kadar air, umur panen yang optimal yaitu sesudah kadar air gabah mencapai sekitar 22%–23% pada musim kemarau, dan sekitar 24%–26% pada musim penghujan.

B. Pemanenan

Tahap pemanenan padi ini harus dilaksanakan ketika umur padi untuk dipanen sudah pas, dengan memakai alat panen yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomi dan ergonomis, serta menerapkan sistem panen padi yang tepat. Ketidaktepatan dalam melaksanakan pemanenan padi bisa menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu hasil yang rendah. Pada tahap ini, kehilangan hasil bisa mencapai 9,52% apabila pemanenan padi dilaksanakan secara tak tepat.


1) Umur Panen Padi
Pemanenan padi harus dilaksanakan pada umur panen yang memenuhi persyaratan sebagai berikut :
(a) 90%–95% gabah dari malai padi tampak kuning.
(b) Malai padi berumur 30–35 hari sesudah berbunga merata.
(c) Untuk kandungan kadar air gabah yang pas yaitu sekitar 22%–26% yang diukur dengan alat moisture tester.

2) Alat dan Mesin Pemanen Padi
Pemanenan padi harus memakai alat dan mesin yang memenuhi persyaratan teknis, kesehatan, ekonomis serta ergonomis. Alat dan mesin yang dipakai untuk memanen padi harus sesuai dengan jenis varietas padi yang akan dipanen. Sekarang ini alat dan mesin untuk memanen padi sudah berkembang mengikuti berkembangnya varietas baru yang dihasilkan. Alat pemanen padi sudah berkembang yang asalnya dari ani-ani menjadi sabit biasa kemudian menjadi sabit bergerigi dengan bahan baja yang sangat tajam dan terakhir sudah diintroduksikan reaper, stripper serta combine harvester.

C. Penumpukan dan Pengumpulan

Penumpukan dan pengumpulan yaitu proses penanganan pasca panen sesudah padi dipanen. Ketidaktepatan dalam penumpukan dan pe-ngumpulan padi bisa menyebabkan kehilangan hasil yang cukup tinggi. Untuk mengatasi terjadinya kehilangan hasil panen sebaiknya ketika waktu penumpukan dan pengangkutan padi memakai alas. Pemakaian alas dan wadah ketika penumpukan dan pengangkutan bisa meminimalkan kehilangan hasil antara 0,94%–2,36%.

Baca Juga :



D. Perontokan

Langkah Perontokan ini yaitu penanganan pasca panen padi sesudah pemotongan, penumpukan serta pengumpulan padi. Untuk tahap ini, kehilangan hasil karena ketidaktepatan dalam melaksanakan perontokan bisa mencapai lebih dari 5%. Sekarang ini teknik perontokan padi sudah berkembang yang asalnya dari cara digebot dan sekarang memakai pedal thresher dan power thresher.

1) Perontokan Padi dengan Pedal Thresher
Pedal thresher yaitu jenis alat perontok padi dengan konstruksi sederhana dan digerakan memakai tenaga manusia. Kelebihan alat ini dibandingkan dengan alat gebot yaitu mampu menghemat tenaga dan waktu, gampang dioperasikan dan mengurangi kehilangan hasil, kapasitas kerja 75kg–100kg per jam dan cukup dioperasikan oleh 1 orang. Unit transmisi tenaga melalui rantai sepeda dan spocket yang prinsip kerjanya sama seperti mesin jahit.

2) Perontokan Padi dengan Power Thresher
Power thresher yaitu jenis mesin perontok yang memakai sumber tenaga penggerak engine. Kelebihan mesin power thresher ini yaitu kapasitas kerja lebih besar dan efisiensi kerja lebih tinggi bila dibandingkan dengan alat perontok yang lainnya.

E. Pengeringan

Tahapan pengeringan yaitu proses menurunkan kadar air gabah sampai mencapai nilai tertentu dan siap untuk diolah atau digiling ataupun aman untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melaksanakan proses pengeringan bisa mencapai 2,13%. Untuk saat ini cara pengeringan padi sudah berkembang dari cara penjemuran sampai menjadi pengering buatan.

F. Penyimpanan

Penyimpanan yaitu tindakan untuk mempertahankan gabah atau beras supaya tetap dalam keadaan baik dalam jangka waktu tertentu. Kesalahan dalam melaksanakan penyimpanan gabah atau beras bisa menyebabkan terjadinya respirasi, tumbuhnya jamur, dan serangan serangga, binatang pengerat dan kutu beras yang bisa menurunkan mutu gabah atau beras.

G. Penggilingan

Penggilingan yaitu proses untuk mengubah gabah menjadi beras. Proses penggilingan gabah meliputi pengupasan sekam, pemisahan gabah, penyosohan, pengemasan dan penyimpanan. Untuk tahap penyimpanan berasnya bisa memakai karung plastik atau karung beras lainnya.

Untuk proses yang terakhir yaitu tahap pemasaran, ketika akan memasarkan sebaiknya beras dikemas dengan memakai karung beras laminasi, karung beras transparan, karung beras polos, ataupun karung beras lainnya. Apabila ingin penjualan melimpah pakailah karung beras laminasi atau karung beras lainnya yang sudah ada merk dan kualitas beras, tujuannya supaya konsumen mengetahui tingkat kualitas beras yang dibelinya.


Jika Anda membutuhkan Karung Beras untuk pengemasan ketika pasca panen padi atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan bahannya lebih awet Anda bisa menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Manfaat Karung Beras Untuk Penanganan Pasca Panen Padi, Hasilnya Lebih Berkualitas"

Posting Komentar