HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Fakta Unik yang Jarang Diketahui Orang Soal Padi di Indonesia

Distributor Karung Beras - Lim Corporation

Jika berbicara tentang makanan pokok, Indonesia adalah negara yang identik dengan beras sebagai makanan utama penduduknya. Oleh karena itu, kita banyak menemui petani - petani Indonesia yang fokus terhadap pengembangan tanaman padi. Bahkan di tahun - tahun sebelumnya, kampanye politik sering dihubung - hubungkan dengan program “swasembada beras”.

Ricepedia, sebuah situs yang memberikan informasi tentang beras dunia (dikelola oleh International Rice Research Institute, AfricaRice, dan International Center for Tropical Agriculture), mengatakan bahwa beras (nasi) masih tetap menjadi makanan pokok paling penting di Indonesia, meskipun beberapa kelompok masyarakat memanfaatkan ubi, jagung, atau sagu untuk dijadikan makanan pokok.

Padi atau beras memang telah sangat dekat dengan kita, tetapi mungkin ada beberapa fakta yang kita tidak tau mengenai tanaman padi di negara kita sendiri. Bacalah artikel ini hingga selesai untuk mengetahui fakta - fakta tersebut.

BACA JUGA :
Penghasil beras terbesar nomor 3 di dunia
Indonesia adalah negara penghasil beras terbesar nomor tiga di dunia. Hal ini disebabkan luasnya area yang dipakai untuk produksi padi.

Bila dilihat dari luas area penanaman padi, Indonesia mempunyai lokasi penanaman padi yang sangat luas, yaitu sekitar 13,2 juta hektar pada tahun 2010.  Angka ini naik pada tahun 2015 menjadi 15,79 juta hektar. Kemudian pada 2017, luas lahan padi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, yaitu menjadi 15,81 juta hektar.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah tersebut terdiri atas 14,63 juta hektar padi sawah dan 1,16 juta hektar padi ladang.

Dari 261,1 juta penduduk di Indonesia, terdapat sekitar 25,9 juta petani yang membudidayakan padi. Angka tersebut merupakan 77% dari keseluruhan jumlah petani yang ada di Indonesia. Rata - rata lahan pertanian mereka adalah seluas 1 hektar, dengan mayoritas petani menanami lahan seluas 0,1-0,5 hektar.

Lahan padi terkonsentrasi di Pulau Jawa
Lahan padi memang lebih banyak ditemukan di daerah - daerah Indonesia bagian barat, terutama di Pulau Jawa.  Hampir 60% total produksi padi berasal dari pulau yang juga mempunyai penduduk terbanyak di Indonesia ini.

Di antara semua provinsi, Jawa Timur adalah wilayah yang mempunyai lahan padi terbesar, yaitu 2,29 juta hektar atau sekitar 15% dari keseluruhan luas lahan padi yang ada di Indonesia. Angka ini selanjutnya diikuti oleh Provinsi Jawa Barat dengan lahan padi seluas 2,12 juta hektar atau sekitar 13,44% dari luas seluruh lahan padi. Sementara itu, wilayah yang mempunyai lahan padi tersempit adalah Maluku dan Papua, yaitu hanya seluas 114 ribu hektar.


Konsumen beras nomor satu di dunia
Indonesia adalah konsumen beras terbesar nomor 1 di dunia. Hal ini disebabkan karena budaya kita yang memang banyak mengonsumsi nasi (tiga kali sehari) dan juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk.

Pada 2010, konsumsi beras di Indonesia mencapai hingga 130 kg/kapita/tahun. Tahun 2014, angka ini mengalami penurunan, yaitu menjadi 124 kg/kapita/tahun, kemudian menurun lagi di tahun 2017 menjadi 117 kg/kapita/tahun. Penurunan tersebut diakibatkan karena berkurangnya jumlah penduduk di Indonesia seiring pesatnya penerapan keluarga berencana.

Jenis padi di Indonesia
Secara umum, ada tiga jenis padi yang paling sering ditanam di Indonesia, yaitu

- Padi Hibrida
- Padi Unggul
- Padi Lokal

Padi Hibrida sering disebut dengan varietas padi untuk sekali tanam. Hasil panen dari Padi Hibrida biasanya maksimal. Tetapi, bila varietas Padi Hibrida ditanam kembali, hasilnya akan jauh lebih menurun dari sebelumnya. Jenis padi ini sangat berbeda dengan Padi Unggul.

Padi Unggul bisa ditanam berkali - kali. Jika diperlakukan dengan baik, hasilnya akan sangat baik juga. Hasil panennya juga bisa kembali dijadikan sebagai bibit. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan pengembangan terhadap varietas padi yang satu ini, yaitu dengan membuat varietas unggul tahan wereng cokelat.

Terakhir merupakan Padi Lokal, yaitu varietas padi yang sudah lama beradaptasi di area tertentu. Sebab karena itu, jenis padi ini tidak bisa berkembang dengan baik di semua daerah di Indonesia, tetapi hanya di daerah - daerah tertentu saja, misalnya Padi Dharma Ayu di Indramayu dan Ketan Lusi di Yogyakarta.

Produsen Karung Beras - Lim Corporation

*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com

Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut :

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakta Unik yang Jarang Diketahui Orang Soal Padi di Indonesia"

Posting Komentar