HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Inilah Sejarah Menanam Padi Dengan Teknik Terasering

Produsen & Distributor Karung Beras - Lim Corporation

Sejarah terbentuknya sawah terasering berkaitan dengan sejarah pemukiman rakyat etnis minoritas di daerah pegunungan Vietnam Utara. Nilai budaya sawah terasering dimanifestasikan pada pengalaman cocok tanam, kebiasaan memproduksi dan membentuk sawah - sawah terasering setiap etnis. Sawah - sawah terasering memanifestasikan ciri budaya cocok tanam di sawah setiap golongan rakyat etnis minoritas di Vietnam Utara. Khoang Van Tien, adalah warga etnis minoritas Thai Putih provinsi Dien Bien memberitahukan : “Sejak dahulu kala, kami punya kebiasaan memproduksi padi sawah. Rakyat etnis minoritas walaupun datang ke mana saja selalu bersawah. Tanah - tanah yang tidak dapat dipakai, kami juga memakainya untuk menanam padi sawah”.

BACA JUGA :
Diberi nama sawah terasering, sebab sawah ini punya banyak teras, setiap teras adalah satu sawah yang kecil, semua teras terus sambung - menyambung, semakin banyak teras semakin memanifestasikan teknik cocok tanam dari pemiliknya. Sawah terasering disambungkan dari yang tinggi hingga ke yang rendah sesuai dengan posisi topologinya dan berbagai bentuk. Sebab di daerah pegunungan, maka tanah cocok tanam yang rata sangat langka, jadi para penanam padi telah mengatasinya dengan memilih lereng bukit dan gunung untuk dijadikan sawah - sawah terasering ini, itu merupakan kekreatifan sehingga menciptakan hal - hal yang langkah ada pada peradaban padi sawah di Vietnam. Saudara Giang A Pua, warga etnis minoritas H’Mong di provinsi Ha Giang memberitahukan : “Pembukaan tanah adalah hal yang paling sulit, dan memakan banyak tenaga. Harus memilih tempat yang tidak terlalu miring dan sedikit berkerikil. Tempat yang ada banyak rumput atau pohon yang besar adalah tempat yang baik dan cocok”.

Sesudah sawah - sawah terasering sudah berhasil dibuka, maka masalah memperbaikinya menjadi sawah yang dapat ditanami padi juga teramat penting. Pekerjaan pertama dari proses ini adalah membuat saluran air untuk sawah yang baru saja dibuka. Saudara Luong Van Thiet, peneliti dari Museum Etnologi Vietnam memberitahukan bahwa pembuatan saluran air, pada pokoknya dilakukan oleh kaum laki - laki, mereka harus berbuat bagaimana supaya air dapat mengalir ke sawah secara permanen dan terus - menerus selama menanam padi. Air disalurkan dari sawah yang tinggi ke sawah yang rendah, setiap sawah merupakan sebagian dari saluran air yang khusus ini. Bagi sawah yang dipunyai oleh orang banyak, maka pembelaan, pengelolahan dan pembagian sumber air  dipikul dengan bersama - sama.


Pembukaan tanah dan penanaman padi diteruskan dari tahun ke tahun, dari generasi ke generasi sehingga sawah - sawah terasering ini nampaknya sebagai satu gambar artistik yang megah di lereng - lereng bukit. Bersama dengan pembentukan sawah - sawah terasering, selama ratusan tahun ini, menurut proses pemukiman menetap dan penanaman padi sawah, maka rakyat berbagai etnis di daerah pegunungan Vietnam Utara sudah berangsur - angsur tercipta banyak aktivitas kebudayaan, pesta adat tradisional yang terkait dengan aktivitas produksi pertanian. Justru ini merupakan jiwa budaya yang khas dalam kehidupan rakyat berbagai etnis minoritas. Saudari Thao Thi Do, etnit minoritas H’Mong, kecamatan La Ban Tan, kabupaten Mu Cang Chai, provinsi Ha Giang memberitahukan : “Rakyat etnis minoritas H’Mong memisalkan sawah terasering sebagai tumbu gabah yang mempunyai nilai. Tumbuh itu menjadi yang paling indah ketika air penuh di sawah terasering ini. Ketika pagi berwarna hijau, kemudian berwarna kuning sangat indah. Ketika cukup padi untuk kebutuhan pangan, kami merasa sangat gembira”.

Dilihat dari sudut manapun, sawah terasering juga memiliki bermacam - macam keindahan berlainan. Pada bulan Oktober,  yaitu pasca panenan, sawah - sawah padi yang berwarna kuning memberikan indikasi tentang satu masa tanam yang sukses. Yang berselang - seling dengan warna kuning dari padi ada sawah - sawah terasering yang masih berpindah ke warna hijau - kuning. Semuanya bagaikan satu panorama warna - warni yang hidup - hidup sehingga menciptakan keindahan dari daerah pegunungan Vietnam Utara, tempat - tempat pemukiman rakyat etnis minoritas Thai, H’Mong dan yang lain - lain.
Jual Karung Beras - Lim Corporation

* Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com

Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut :

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Sejarah Menanam Padi Dengan Teknik Terasering"

Posting Komentar