HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Sukses Menanam Padi Teknik Apung Di Lahan Rawa, Ingin Mencobanya??

Produsen & Distributor Karung Beras - Lim Corporation

Padi apung atau sawah apung adalah sistem budidaya pertanian baru untuk jenis tanaman padi yaitu dengan menanam padi diatas permukaan air. Teknologi padi apung dilatar belakangi karena sering terjadinya banjir yang menyebabkan kerugian pada petani karena ratusan hektar sawah terendam banjir. Padi apung dikembangkan pertama kali oleh Taruna Tani Mekar Bayu yang bekerjasama dengan Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI). Teknologi ini cukup sederhana, yaitu dengan memakai rakit yang dibuat dengan bambu atau paralon dan diberikan sabut kelapa, jerami, dan tanah. Hal seperti inilah yang membedakan padi apung dengan sistem penanaman konvensional pada umumnya. Metode padi apung ini sangat berguna bila diterapkan pada wilayah yang mempunyai curah hujan tinggi atau daerah yang terkena banjir.

BACA JAGA :
Dari hasil pengamatan masyarakat banjir yang sering terjadi di Desa Ciganjeng dikarenakan oleh meluapnya sungai Citanduy, Ciseel, Cirapuan, serta banjir kiriman dari Ciamis & Tasik. Beberapa bulan yang lalu, padi apung membawa hasil yang mengembirakan. Warga berhasil menanam padi varietas IR 64 dengan memakai pola tanam tunggal, dan menggunakan bahan - bahan organik sebagai pengganti dari pupuk anorganik. Hasil panen perdana menghasilkan 6,4 ton per hektarnya. Keunggulan lain dari padi apung adalah para petani bisa sekaligus memelihara ikan dengan jumlah yg relatif banyak jika dibandingkan dengan sawah konvensional.

Teknologi Model Bercocok Tanam Anti Banjir
Teknologi model sawah teknik apung dilatarbelakangi oleh kecenderungan terjadinya curah hujan yang tinggi pada tahun belakangan yang menyebabkan banjir yang bisa mengganggu proses panen para petani konvensional. Selain daripada itu, dampak banjir lainnya yang juga kerap menggenangi sawah dan ladang hingga berbulan - bulan yang menghambat proses bercocok tanam para petani.

Pada proses pembuatan sawah apung, rakit berfungsi supaya sawah menjadi terapung sehingga tak terpengaruh oleh ketinggian air. Seperti yang kita ketahui sehari - hari, rakit merupakan susunan benda yang disusun mendatar yang bisa mengapung. Rakit merupakan rancangan perahu yang paling dasar dan tidak mempunyai lambung. Supaya bisa selalu terapung, rakit dibuat dengan memakai gabungan bahan ringan seperti kayu, tong tertutup, drum, ponton, atau balok polistirena. Dengan menanam bibit padi di atas rakit tersebut, para petani bisa menanam dengan aman tanpa ada kekhawatiran akan terjadinya genangan air akibat curah hujan yang tinggi.


Penerapan Sawah Apung & Hasilnya
Metode model bercocok tanam yang baru dikembangkan ini akan sangat berguna bila diterapkan pada wilayah yang mempunyai curah hujan yang tinggi. Contohnya di daerah Ciganjeng, kecamatan Padaherang, kabupaten Ciamis, di wilayah ini ratusan hektar sawah tergenang banjir hingga hampir 1 tahun lamanya. Banjir ini merupakan salah satu banjir terburuk yang pernah dialami oleh warga desa. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, para petani di daerah Ciganjeng tidak bisa menikmati musim panen.

Hal ini menyebabkan areal persawahan di lima desa di kecamatan Ciganjeng yakni, Ciganjeng, Paledah, Maruyungsari, Kedungwuluh, dan Sukanagara selalu terendam atau terkena banjir. Kondisi terpuruk seperti inilah yang kemudian membuat masyarakat sekitar berusaha mengembangkan metode sawah apung untuk menjaga keberlangsungan fungsi daerah Ciganjeng sebagai salah satu daerah lumbung padi.

Beberapa waktu yang lalu, teknologi sawah apung yang dilakukan membawa hasil yang cukup menggembirakan. Warga berhasil menanam padi jenis IR 64 dengan pola tanam tunggal (System of Rice Intensification), atau yang disebut menanam padi satu per satu, kemudian dipanen. Panen yang diharapkan pun terjadi, produksi sawah apung tak berbeda jauh dengan sawah konvensional. Hasil panen pertama kali (yang juga dalam tahap uji coba) berhasil memberi padi 6,4 ton per hektar, tidak berbeda jauh dengan hasil sawah konvensional yang bisa menghasilkan 7 - 8 ton per hektar. Keunggulan lainnya yang bisa dihasilkan oleh sawah apung adalah para petani dapat sekaligus memelihara ikan dengan jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan sawah konvensional. Hasil ini membuktikan bila gagasan sawah apung ini merupakan salah satu metode yang patut dikembangkan di masa depan. (diambil dari beberapa sumber)

Jual Karung Beras - Lim Corporation

* Ingin info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargakarungberas

Apabila Anda Membutuhkan dan Ingin Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service :
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Sukses Menanam Padi Teknik Apung Di Lahan Rawa, Ingin Mencobanya??"

Posting Komentar