HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Memelihara Ayam Kampung Secara Tradisional dengan Benar

Distributor & Produsen Karung Beras Sidoarjo - Lim Corporation

Ayam kampung adalah ayam lokal di wilayah Indonesia yang kehidupannya telah lengkat dengan penduduk, ayam kampung juga dikenal dengan sebutan ayam buras (bukan ras), atau ayam sayur. Penampilan ayam kampung sangat beragam, begitu pula sifat genetiknya, penyebarannya sangat luas sebab penduduk ayam buras dijumpai di kota ataupun desa.

Kemampuannya patut dikembangkan guna meningkatkan gizi masyarakat dan menaikkan perolehan keluarga. Usaha-usaha berbagai pihak guna meningkatkan kegunaan ayam lokal (ayam Kampung, Pelung, Sentul, Kedu, Merawang dan sebagainya) selama ini dilaksanakan terus, meskipun keperluhan akan daging dan telur ayam terutama penduduk perkotaan dan pinggiran kota telah sebagian besar dipenuhi oleh telur dan daging ayam unggul (ras impor), yang pastinya diimpor.

Baca Juga : 
Ayam kampung atau ayam bukan ras telah banyak dipelihara penduduk khususnya warga di perdesaan dengan pola pemeliharaan di umbar (menyuluruh). Mengubah sistem beternak ayam kampung dari sistem menyeluruh ke system semi serius atau sungguh-sungguh memang tidak gampang, apalagi cara beternak system tradisional (menyeluruh) telah mendarah daging di penduduk kita. Namun kalau dilihat nilai kemanfaatan dan hasil yang dicapai pasti akan menjadi alasan pendorong tersendiri guna mencoba beternak dengan sistem serius. Lebih jelasnya tentang sistem pemeliharaan secara tradisional, semi serius serta sungguh-sungguh bisa di simak di bawah ini.

1. Sistem Pemeliharaan Ayam Secara Tradisioal

Sistem pemeliharaan ini biasa dilaksanakan oleh sebagian besar petani pedesaan dengan skala pemeliharaan rata-rata 3 ekor induk per petani. Ayam buras dipelihara dengan cara dibiarkan lepas, petani kurang memperhatikan bagian teknis dan perhitungan ekonomi usahanya. Pemeliharaan bersifat sambilan, dimana pakan ayam buras tidak disediakan secara spesial hanya menggantungkan sisa-sisa hasil pertanian.

Ada juga petani yang memberikan dedak padi namun tidak secara rutin. Sistem perkandangan kurang diperhatikan, ada yang dikandangkan didekat dapur, dan ada yang hanya bertengger di dahan pohon-pohonan pada malam hari. Pada pemeliharaan secara tradisional kerap terjadi gangguan binatang liar, tingkat kematian ayam bisa mencapai 56% terutama pada anak ayam sampai umur 6 minggu, produksi telur rendah (47 butir per induk per tahun), walaupun pemanfaatannya cukup berarti bagi petani.



2. Sistem Pemeliharaan Secara Semi Intensif

Yang dimaksud dengan sistem pemeliharaan secara semi serius ialah pemeliharaan ayam buras dengan penyediaan kandang dan pemisahan anak ayam yang baru menetas dari induknya dengan skala usaha rata-rata 9 ekor induk per petani. Selama pemisahan ini,  anak ayam perlu dikasih pakan yang baik (komersial atau buatan sendiri). Umumnya pakan tambahan dikasihkan sebelum ayam dilepas di pekarangan atau dikebun guna mencari pakan sendiri.

Pakan tambahan hanya dikasihkan sebanyak 25 gram per ekor per hari atau 25% dari keperluhan pakan yang dipelihara secara sungguh-sungguh per ekor per hari. Pada pemeliharaan secara semi serius ini tingkat kematian ayam bisa mencapai 34% terutama pada anak ayam sampai umur 6 minggu dan produksi telur bisa mencapai 59 butir per ekor per tahun


3.   Sistem Pemeliharaan Secara Intensif

Pemeliharaan secara serius ini artinya ayam buras yang dipelihara petani dikurung/dikandangkan sejauh hari, dengan skala usaha rata-rata 18 ekor induk ayam per petani. Cara pemeliharaan ini tidak jauh beda dengan sisitem pemeliharaan secara semi serius, tetapi bedanya pakan dikasihkan secara penuh yaitu 100 gram per ekor per hari. Pada cara ini petani harus secara terus menerus menangani upayanya, sebab bagian komersial dari upaya ini sangat ditekankan dimana pengeluaran modal cukup banyak terutama untuk pembelian pakan.

Dengan cara ini produkstifitas dan pemanfaatan ayam buras oleh petani meningkat. Pada sistem pemeliharaan secara serius ayam perempuan tidak dikasihkan kesempatan ayam perempuan mengerami telurnya. Telur dieramkan oleh ayam-ayam yang khusus dipelihara sebagai penetas telur atau ditetaskan dengan memakai mesin tetas. Pada pemeliharaan secara semi serius ini tingkat kematian ayam mencapai 27% terutama pada anak ayam sampai umur 6 minggu dan produksi telur bisa mencapai 103 butir per ekor per tahun.

Jual Karung Beras
*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami pada hari dan jam kerja melalui (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Memelihara Ayam Kampung Secara Tradisional dengan Benar"

Posting Komentar