HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Metode Pemupukan Padi yang Belum Banyak Diketahui Orang

Jual Karung Laminasi di Sidoarjo - Lim Corporation

Sebagai sumber hara pupuk ialah cara produksi yang banyak memegang kontribusi penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman - tanaman pangan. Masalahnya utamanya yaitu pemakaian pupuk kimia secara terus menerus dengan dosis tinggi yang dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan, dan menurunkan tingkat kemampuan penggunaannya.
Beberapa alasan - alasan yang akan memastikan kemampuan penggunaan pupuk antara lain :

1. macam - macam tanah
2. pengelolaan hama dan penyakit
3. jenis padi
4. waktu untuk pemberian pupuk
5. musim dan waktu untuk tanam
6. sumber atau macam pupuk
7. tata untuk air
8. rotasi tanaman
9. pengendalian hama gulma.

Dalam prakteknya kemampuan pemupukan ditingkatkan dengan cara - cara :

1. pupuk yang sudah disebar rata lalu dicampur atau diaduk dengan lumpur misalkan pemupukan bersamaan dengan menggaru atau melandak rumput, sehingga kehilangan pupuk tidak akan terjadi
2. pemupukan dikerjakan saat air tidak mengalir, Tetapi tanah dalam kondisi macak - macak, sehingga pupuk yang larut segera anda ikat oleh partikel - partikel halus dalam tanah, dan
3. Penetapan keperluhan dan waktu pengaplikasi pupuk berdasarkan alat bantu seperti bagan warna daun untuk pupuk macam Nitrogen.

Hasil penelitian sudah mengarahkan bahwa penggunaan Bagan Warna Daun ( BWD ) dalam kegiatan pemupukan N dapat mengirit penggunaan pupuk urea hingga sebanyak 15 sampai 20 % dari takaran yang biasanya digunakan para petani tanpa menurunkan hasil. Maka sebaiknya setiap petani harus memeliki bagan warna daun tersebut Bagan warna Daun ialah alat yang bertekstur persegi empat yang berkhasiat untuk mengetahui kadar hara N tanaman padi anda.

Baca Juga  : 

Alat ini terdapat 4 kotak skala warna mulai dari warna hijau muda sampai hijau tua yang menggambarkan tingkat kehijauan daun pada tanaman padi. Sebagai contoh kalau daun tanaman berwarna hijau muda berarti tanaman kekurangan unsur hara N sehingga perlu untuk dikasih pupuk. Sebaliknya, bila daun berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna dikotak skala 4 pada BWD berarti tanaman telah memeliki hara N yang cukup sehingga tidak perlu memerlukan pemupukan lagi.

Metode pemupukan tanaman padi

Metode pemupukan tanaman padi memang relatif tidak ada ukurannya secara tentu dosis dan waktu yang dipastikan, karena banyak sekali alasan yang harus diperhatikan. Struktur tanah dengan keadaan unsur hara yang berbeda - beda di tempat satu dengan tempat yang lainnya, pasti juga memerlukan cara metode yang berbeda - beda dalam pemupukan tanaman padi.

Metode 1

Bila kita menggunakan kombinasi pupuk tunggal ( Urea, SP-36 dan KCI ) perbandingan pupuknya masing - masing macam per hektar yaitu sebagai berikut :

1. Pupuk Nitrogen ( Urea ) 200 kg - 250 kg.
2. Pupuk Phospor ( SP36 ) 100 kg - 150 kg.
3. Pupuk Kalium ( KCl ) dengan berat 75 kg - 100 kg.

Langkah selanjutnya waktu pemberian pupuk pada tanaman padi juga memerlukan perhitungan yang sesuai karena sangat beragam dan berbeda satu dengan lainnya. Sebagai gambaran yaitu sebagai berikut, bila kita mengacu pada rekomendasi di atas, maka anda perlu melaksanakan beberapa langkah - langkah sebagai berikut :
1. Laksanakan penyebaran pupuk SP36 pas dengan dosis ke lahan sawah satu hari sebelum penanaman bibit dilaksanakan.
2. Sesudah umur 7 hari sesudah tanam, laksanakan penyebaran pupuk urea ± 30% ( ± 70 kg ) dan pupuk KCl sebesar 50 % ( ± 40 kg ).
3. Sesudah umur padi 20 hari, laksanakan penyebaran pupuk urea sebesar 40 %.
4. Lalu sesudah umur 30 hari laksanakan penyebaran urea 30 % dan KCl 50 %.


Metode 2

Bila anda memakai dosis pupuk seperti dosis diatas yaitu ( urea, SP36, dan KCI ) dan dengan pengecekan warna daun memakai alat Bagan Warna Daun ( BWD ), kita bisa melaksanakan cara tanamnya seperti berikut :
1. Satu hari sebelum proses tanam, sebarkan dulu pupuk SP36 sampai 100 %.
2. Sesudah umur padi 7 hari, kemudian sebarkan pupuk urea 30 % dan KCl 50 %.
3. Sesudah melaksanakan proses ini langkah selanjutnya pengecekan terhadap warna daun dengan BWD setiap seminggu sekali. Yang perlu anda perhatikan misalkan cek apakah anda memerlukan penambahan urea atau tidak, bila memang dirasakan perlu laksanakan penambahan pupuk urea kira - kira 10 %  pada padi. Laksanakan pengecekan secara berkala hingga tanaman padi berumur 40 hari.
4. Sesudah padi hingga mencapai umur 30 hari kasihkan lagi KCl 50 %.

Metode 3

Bila menggunakan urea dan NPK ( Ponska ) harus memakai perbandingan ukuran 100 kg urea dan 300 kg Ponska, per hektarnya, maka :
1. 7 hari sesudah masa tanam, tebarkan pupuk urea 30 %  dan Ponska 50 %.
2. Saat umur 20 hari sesudah tanam, kasihkan lagi pupuk urea 40 %.
3. Bila telah mencapai umur 30 hari sesudah tanam, tambahkan pupuk urea 30 % dan Ponska 50 %.
4. Apabila anda menggunakan BWD, maka sesudah umur 7 hari, anda tidak perlu untuk memberikan urea, tetapi cukup memberikan Ponska 50 %.
8. Langkah selanjutnya sesudah satu minggu laksanakan pengetesan dengan BWD dan jangan lupa bila hasilnya belum maksimum maka tambahkan pupuk urea kira - kira 10 %  lagi.
9. Pengetesan dikerjakan setiap seminggu sekali dengan BWD.
10. Umur 30 hari sesudah proses tanam, sebarkan lagi Phonska 50 % sisanya.

Metode 4

Lalu untuk penggunaan urea dan NPK Pelangi harus dengan takaran 100 kg urea dan 300 kg NPK/ha :
1. Sehari sesudah proses tanam padi, kasihkan NPK pelangi 100 %.
2. Saat umur 7 hari berikutnya, kasihkan pupuk urea 30 %.
3. Umur 20 hari sesudah masa tanam, kasihkan juga pupuk urea 40 %.
4. Umur 30 hari sesudah tanam, kasihkan pupuk urea 30 % sisanya.
5. Bagi yang menggunakan BWD, aturannya yaitu sehari sesudah tanam kasihkan NPK Pelangi 100 %.
6. Saat umur 7 hari sesudah tanam, silakan test dengan BWD, lalu laksanakan seperti cara di atas bila hasilnya test BWD telah pas harapan.

Sedangkan untuk Phonska rekomendasi pemupukan tanaman padi :

1. Penggunaan awal tanam 150 kg Ponska + 100 kg ZA.
2. Kemudian 15 hari sesudah masa tanamberikan 150 kg Ponska + 50 ZA
3.  Selanjutnya 35 hari sesudah tanam kasihkan 100 kg Urea.

Jual karung Beras
*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami pada hari dan jam kerja melalui (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Pemupukan Padi yang Belum Banyak Diketahui Orang"

Posting Komentar