HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Rahasia Sukses Cara Budidaya Kakao Penghasil Coklat

Distributor & Produsen Karung Beras - Lim Corporation 

Kakao ataupun Theobroma cacao L ialah jenis tanaman pohon yang cukup populer dengan olahan buahnya. Cokelat ialah olahan yang berasal dari biji kakao. Kakao dikira berasal dari daratan Amerika serta tepatnya di Amerika Selatan.

Pohon kakao di alam bebas bisa mencapai ketinggian sampai belasan meter. Tetapi buat pohon kakao budidaya ketinggiannya hanya dibuat mencapai 5 meter saja sebab buat memaksimalkan produksi buahnya. Indonesia ialah penghasil kakao terbesar ketiga di dunia dengan kontribusi sebesar 13?ri keperluan dunia.

Hal tersebut didukung sebab lokasi geografis Indonesia yang cukup cocok buat budidaya kakao. Maka dari itu sangat tidak heran petani di Indonesia cukup banyak yang membudidayakan kakao. Tanaman kakao tumbuh baik pada dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1200 mdpl.

Tanaman kakao memerlukan curah hujan berkisar 1100 hingga 3000 mm/tahun. Suhu ideal tanaman kakao yakni 30 hingga 32 derajat celcius serta pH terbaik buah tanaman kakao berkisar antara 6 hingga 7,5.


Baca Juga : 

Teknik Budidaya Tanaman Kakao

Budidaya kakao sangat mengharapkan tanah yang kaya akan nutrisi di dalamnya. Pengolahan lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari gulma serta kotoran yang mengganggu. Pakailah tanaman penutup tanah seperti jenis tanaman polong-polongan serta pengolahan tanah budidaya kakao bisa dilakukan dengan cara mekanis.

Tanaman Pelindung atau Naungan

Tanaman pelindung dalam budidaya kakao cukuplah penting kegunaannya. Kegunaan utama dari pohon pelindung yakni melindungi tanaman kakao pada paparan sinar matahari langsung. Pohon pelindung juga berguna untuk peredam suhu maksimum pada musim kemarau yang bisa merusak tanaman kakao.

Kegunaan lainnya ialah sebagai penahan angina karena daun muda pada tanaman kakao sangat mudah rontok andaikan angin yang kencang. Pohon pelindung dari tanaman kakao sebaiknya ditanam 1 tahun sebelum tanaman kakao ditanam. Tanaman penaung yang populer dipakai petani kakao ialah pohon gamal, lamtoro, serta albazia.

Pembibitan Tanaman Kakao

Tanaman Kakao bisa diperbanyak secara generatif dengan generatif serta juga vegetatif. Perbanyakan secara generatif bisa dilakukan dengan penyemaian biji kakao. Selain itu perbanyakan secara vegetatif bisa dilakukan dengan memakai stek maupun okulasi.

Kebutuhan Bibit Tanaman Kakao

Jumlah bibit tanaman kakao yang diperlukan sangat tergantung sama luas lahan tanaman kakao dan jarak tanaman yang akan dipakai. Pada jarak tanam 2,5 x 2,5 m memerlukan bibit sekitar 1600 sampai 1650 batang bibit. Sedangkan buat jarak tanam 3 x 3 m hanya memerlukan bibit 1000 sampai 1100 batang.

Penanaman Bibit Kakao

Sebelum masuk ke tahap penanaman sebaiknya pastikan terlebih dulu bibit yang akan dipakai. Bibit kakao yang telah siap buat ditanam ke lahan ialah bibit yang sudah berumur 5 bulan. Pada umur tersebut bibit telah mencapai ketinggian 50 cm dengan daun berjumlah 20 hingga 35 helai daun, sedangkan batang telah berdiameter 8 mm.
Berikutnya sesudah semua hal tersebut dipastikan maka hal yang berikutnya harus dilakukan ialah membuat ajir tanaman dengan ketinggian 1 m. Pengaturan jarak tanam harus disesuaikan sama jumlah bibit yang telah disiapkan.


Pada pemeliharaan tanaman kakao terdapat beberapa hal yang wajib dilakukan antara lain pemangkasan, penyiangan, pemupukan serta pengendalian hama serta penyakit. Pemangkasan bentuk pada tanaman buah kakao bertujuan buat membentuk tajuk tanaman kakao. Budidaya tanaman kakao sangat tergantung dari pertumbuhan cabang lateralnya sehingga pemangkasan cabang sangat bertujuan buat membentuk cabang-cabang lateral, di mana cabang-cabang lateral ialah cabang yang akan memunculkan buah kakao.

Penyiangan harus dilakukan secara teratur supaya pertumbuhan hama serta penyakit bisa dicegah sejak dini. Penyiangan sebaiknya dilakukan setiap satu bulan sekali. Penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan tanaman liar yang tumbuh di sekitar wilayah pertanaman, dengan begitu unsur hara bisa maksimal diserap sama tanaman kakao serta bukan tanaman pengganggu.

Pemupukan 

Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal dengan memakai pupuk urea TSP serta KCl. Dosis pupuk sendiri ditetapkan berdasarkan umur tanaman. Pemupukan pertama pada tanaman kakao dilakukan saat tanaman sudah berumur 2 bulan sesudah tanam.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tanaman kakao ialah salah satu jenis tanaman yang sangat rentan terserang hama serta penyakit. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan serta pengetahuan lebih pada mengelolanya. Hal yang bisa dilakukan buat menjaga tanaman kakao supaya tidak mudah terserang hama serta penyakit yakni sanitasi lahan.

Tanaman kakao yang terserang penyakit harus dibakar supaya tidak menyebar ketanaman yang lainnya. Selain itu, pengendalian memakai pestisida juga penting dilakukan. Buat hama seperti ulat kilan, ulat jaran, kutu, ngengat buah bisa dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida, sedangkan buat penyakit yang disebabkan sama jamur bisa dikendalikan dengan fungisida.

Penen

Panen buah kakao telah bisa dilakukan saat buah sudah berumur 5 hingga 6 bulan sesudah bunga muncul. Buah kakao yang sudah bisa dipanen mempunyai warna yang kuning. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik buah langsung dari pohonnya bisa memakai pisau ataupun gunting buah yang tajam dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah pada pohon.

Sesudah buah dipanen lakukan pemecahan buah buat mengeluarkan bijinya, berikutnya biji buah dilakukan pengeringan dengan cara dijemur. Penjemuran saat cuaca cerah bisa memakan waktu selama 2 hari. Sesudah biji kakao kering bisa dilakukan sortasi berdasarkan bentuk serta kualitas, sesudah itu buah barulah dapat dijual ke pengepul maupun tengkulak.

Jual Karung Beras
*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami pada hari dan jam kerja melalui (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rahasia Sukses Cara Budidaya Kakao Penghasil Coklat"

Posting Komentar