HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Metode Tepat Cara Budidaya Padi Sistem Ratun dan Salibu

Distributor & Produsen Karung Beras - Lim Corporation

Di negara Indonesia budidaya padi dengan cara memangkas batang sesudah panen banyak dilakukan untuk padi lokal yang berusia sangat panjang. Sesudah panen, tumbuhan utama akan dibiarkan tumbuh sampai memasuki musim tanam tahun berikutnya.  Di beberapa daerah di negara Indonesia, sistem budidaya tersebut disebut dengan nama ratun/salibu, namun ada yang menyebutkan juga bahwa kedua jenis tersebut merupakan teknik yang sangat berbeda.

Ratun merupakan padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan proses pemangkasan batang, tunas akan muncul pada buku paling atas suplai hara tetap dari batang yang lama. Dalam periode tersebut para petani dapat memanen dalam waktu sekitar setengah dari periode tumbuhan utama, dengan produksi berkisar antara sekitar 40 sampai 60% dari panen tumbuhan utamanya.

Baca Juga  : 

Salibu merupakan sistem sekali tanam panen berkali-kali merupakan tumbuhan padi yang tumbuh lagi sesudah batang sisa panen dengan cara ditebas atau dipangkas pada tunas baru akan muncul dari buku yang ada ditanah. Tunas ini juga akan mengeluarkan akar yang baru sehingga terhadap suplai unsur hara tidak lagi bergantung pada batang yang lama tunas ini dapat membelah atau bertunas lagi contohnya padi tumbuhan pindah pada umumnya inilah yang membuat proses pertumbuhan dan produktivitasnya sama atau sangat tinggi jika dibanding tumbuhan pertama. Beberapa verietas padi yang mampu untuk berproduksi baik untuk ditanam dengan sistem salibu contohnya varietas Batang Piaman, Cisokan, Inpari 19, Inpari 21, Logawa, dan lain-lain.

Sedangkan untuk varietas padi sistem ratun yang cocok merupakan Inbrida padi sawah irigasi (Inpari) sekitar 1 sampai 30 (Ciherang Sub-1), Ciherang, Mikongga, dan lain-lain.Padi salibu juga menghasilkan anakan sangat banyak jika dibanding padi ratun konvensional, hal ini ditimbulkan karena pengaruh dari sifat genetik dan lingkungan contohnya ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, sinar matahari, suhu, serta keadaan hama dan penyakit tumbuhan. Dari segi aspek fisiologi dan karakter morfologi menunjukan perakaran padi salibu sangat kuat dan luas sehingga proses penyerapan unsur hara sangat baik jika dibandingkan padi ratun.

Hal ini juga sangat berpengaruh pada jumlah anakan padi dan jumlah gabah per malai. Budidaya padi salibu dapat meningkatkan proses produktivitas padi per unit area dan per unit waktu, dan juga meningkatkan indeks panen dari sekali menjadi dua sampai tiga kali panen dalam setahun dengan hanya menanam satu kali. Jika dibandingkan dengan teknologi ratun konvensional, salibu mampu untuk menghasilkan jumlah anakan yang sangat banyak dan seragam, dan produktivitas dapat sama bahkan sangat tinggi dari tumbuhan utamanya.


Pemangkasan pada sistem salibu

Proses pertumbuhan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batang menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk proses pertumbuhan ulang. Oleh karena itu tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuan pembentukan tunas salibu. Proses pemangkasan batang padi harus dekat dengan tanah, supaya waktu tumbuh akar ke tanah dapat langsung masuk ke tanah, pemotongan batang sekitar 3 sampai 5 cm dari permukaan tanah.

Proses pertumbuhan tunas sesudah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Pada saat panen sebaiknya kondisi air tanah dalam keadaan kapasitas yang lapang. Untuk mengimbangi keperluan unsur hara pada masa proses pertumbuhan anakan padi.

Pemangkasan pada sistem Ratun

Saat terbaik untuk panen tumbuhan padi yang dipersiapkan untuk padi ratun merupakan pada saat tangkai atau batang jerami masih hijau, bulir padi belum matang penuh dan kering. Sebaiknya pemanenan dilakukan sekitar 5 hari sebelum usia panen seperti tertera pada diskripsi varietas, karena pada kondisi seperti itu, batang padi secara fisiologis masih aktif untuk proses  pertumbuhan anakan ratun. Jika panen terlambat akan menimbulkan daya tumbuh tunas berkurang, dan banyak gabah yang rontok dan pada saat tumbuh nanti akan menjadi gulma.

Sekitar dua minggu sebelum panen umumnya sawah dikeringkan untuk menyeragamkan kematangan malai. Untuk kebutuhan padi ratun, pengeringan dimaksudkan untuk memperbaiki aerasi tanah dan menekan proses perkembangan hama dan penyakit dalam tanah. Sesudah padi dipanen, sawah segera digenangi, setinggi kurang lebih sekitar 5 cm selama sekitar 2 sampai 3 hari. Selanjutnya air dikeluarkan lagi.

Jual Karung Beras
*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami pada hari dan jam kerja melalui (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Metode Tepat Cara Budidaya Padi Sistem Ratun dan Salibu"

Posting Komentar