HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Fakta Menyedihkan Tentang 10 Jenis Burung Langka dan Terancam Punah di Indonesia

Produsen Karung Beras Murah - Lim Corporation

Menurut Badan Konservasi Internasional (IUCN) merilis sepuluh burung asal Indonesia yang perlu segera mendapat konservasi sebab terancam punah. Sepuluh burung tersebut ialah Jalak Bali, Maleo sekawor, Elang Jawa, Merak hijau, Kuau Kerdil Kalimantan, kakatua Kecil Jambul Kuning, Kasuari Gelambir Ganda,Gosong Maluku , Bangau tong-tong, Mentok Rimba. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

Baca Juga:

1. Jalak Bali


Jalak bali (Leucopsar rothschildi) merupakan spesies burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali adalah burung endemik pulau Bali dan dinobatkan sebagai lambang fauna provinsi Bali. Jalak bali dinilai statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red List serta didaftarkan dalam CITES Appendix I.

2. Maleo Senkawor


Maleo Senkawor atau Maleo, yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo ialah semacam burung gosong berukuran sedang, dengan panjang sekitar 55cm, dan adalah satu-satunya burung di dalam genus tunggal Macrocephalon. Diperkirakan jumlahnya kurang dari 10.000 ekor saat ini. Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, tingkat kematian anak burung yang tinggi, penduduk yang terus menyusut serta wilayah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Maleo Senkawor dievaluasikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Jenis ini didaftarkan dalam CITES Appendice I.

3. Elang Jawa


Elang Jawa atau dalam nama ilmiahnya Spizaetus bartelsi merupakan salah satu jenis elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

Mempertimbangkan kecilnya populasi, wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang dihadapi itu, organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered, terancam kepunahan). Demikian pula, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

4. Merak Hijau


Merak Hijau atau dalam nama ilmiahnya Pavo muticus merupakan salah satu burung dari tiga jenis merak. Seperti burung-burung lainnya yang ditemukan di suku Phasianidae, Merak Hijau memeliki bulu yang indah. Merak Hijau dievaluasikan sebagai sensitif di dalam IUCN Red List. Jenis ini didaftarkan dalam CITES Appendix II.

5. Kuau Kerdil Kalimantan


Kuau-kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri) ialah macam kuau-kerdil berukuran sedang yang berhabitat di hutan hujan dataran rendah Pulau Kalimantan. Kuau ini ialah macam kuau merak yang paling langka dan telah jarang ditemui. Cirinya ialah ukuran tubuhnya yang maksimal bisa tumbuh sampai 50 cm dengan bintik-bintik pada tubuhnya. Kuau merak Kalimantan masih berkerabat dengan kuau-kerdil Malaya dan kuau-kerdil Palawan. Burung ini mempunyai status konservasi EN (endangered) atau terancam punah oleh IUCN red list.


6. Kakatua Kecil Jambul Kuning


Kakatua-kecil Jambul-kuning atau dalam nama ilmiahnya Cacatua sulphurea ialah burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 35 cm, dari marga Cacatua. Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut untuk perdagangan, serta wilayah dan penduduk dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, kakatua-kecil jambul-kuning dievaluasikan sebagai kritis di dalam IUCN Red List. Jenis ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.

7. Kasuari Gelambir Ganda


Kasuari Gelambir-ganda atau dalam nama ilmiahnya Casuarius casuarius merupakan salah satu burung dari tiga jenis Kasuari. Burung Kasuari memiliki kaki yang besar dan kuat dengan tiga buah jari pada masing-masing kakinya. Jari-jari kaki burung ini sangat berbahaya sebab diperlengkapi dengan cakar yang sangat tajam. Seperti biasanya jenis burung-burung yang berukuran besar, burung Kasuari Gelambir-ganda tidak bisa terbang. Burung Kasuari umumnya hidup sendiri, berpasangan hanya pada waktu musim berbiak. Anak burung dierami dan dibesarkan oleh burung pria. Penangkapan liar dan hilangnya habitat hutan mengancam keberadaan jenis ini. Kasuari Gelambir-ganda dievaluasikan sebagai sensitif (vulnerable, VU) di dalam IUCN Red List.

8. Gosong Maluku


Gosong Maluku yang dalam nama ilmiahnya Eulipoa wallacei ialah semacam burung gosong berukuran kecil, dengan panjang sekitar 31cm, dan adalah satu-satunya jenis di dalam genus tunggal Eulipoa. Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, keamanan yang tidak normal di Maluku yang menghambat usaha perlindungan jenis serta populasi yang terus menyusut dan wilayah dimana burung ini ditemukan sangat terbatas, Gosong Maluku dievaluasikan sebagai sensitif (vulnerable, VU) di dalam IUCN Red List.

9. Bangau Tongtong


Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) merupakan jenis burung dari familia bangau atau Ciconiidae. Tersebar di selatan Asia mulai dari India timur sampai pulau Jawa. Tingginya sekitar 110-120 cm, berat 5 kg dan rentang sayap 210 cm. Jenis ini ialah yang terkecil dalam genus Leptoptilos. Bagian atas tubuhnya dan sayapnya berwarna hitam, tetapi perut dan bagian bawah ekor berwarna putih. Kepala dan lehernya botak. Paruhnya berwarna pucat, pancang dan tebal. Burung muda warnanya lebih kusam daripada burung dewasa. Status konservasi burung ini menurut IUCN ialah sensitif (vulnerable, VU).

10. Mentok Rimba


Mentok Rimba atau dalam nama ilmiahnya Cairina scutulata ialah semacam burung dari keluarga bebek (suku Anatidae). Jeniss ini termasuk salah satu burung air yang paling langka dan terancam punah di dunia. Pada masa lalu, Mentok Rimba hidup tersebar luas mulai dari India timur laut, Bangladesh, Asia Tenggara, Sumatra hingga Jawa. Pada tahun 2002 populasinya di seluruh dunia tinggal lagi 800 ekor; dengan sekitar 200 ekor menyebar di Laos, Thailand, Vietnam dan Kamboja, sekitar 150 ekor di Sumatra, terutama di Taman Nasional Way Kambas, dan 450 ekor di India, Bangladesh dan Myanmar. Jenis unggas ini masuk dalam daftar IUCN red list sebagai fauna yang terancam punah (endangered, EN).

Semoga untuk kedepannya kelestarian dan keanekaragaman hayati di Indonesia tetap terjaga sebab satwa juga penting untuk masa depan bangsa dan generasi kita nanti. Terimakasih semoga berguna.

Jual Karung Beras
*Info lengkap mengenai harga Karung Beras silakan klik http://bit.ly/hargakarungberas

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Memesan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, atau Karung Polos untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga yang murah dan terjangkau. Untuk info pemesanan produk bisa langsung menghubungi kami pada hari dan jam kerja melalui (Minggu dan Hari Besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031-8830487 (Jam Kerja 08.00 - 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:

Catatan:
– Minimal order 5.000 lembar
– Harga netto (tidak termasuk PPN)
– Harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– Harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Fakta Menyedihkan Tentang 10 Jenis Burung Langka dan Terancam Punah di Indonesia"

Posting Komentar