HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR KARUNG PLASTIK

Menyediakan: karung plastik (woven bag), karung beras, karung laminasi, karung putih polos, karung transparan, karung daur ulang, karung warna cream, karung warna kuning, karung gabah, karung bagor, karung roll, karung layar, karung printing, karung sablon, dll.

Melayani pemesanan karung sablon dan karung laminasi (printing) merk khusus (custom).

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Penggunaan Karung Beras Untuk Mengatasi Pasca Panen Kacang Tanah, Lebih Awet


Kacang tanah termasuk komoditas palawija yang cukup penting dan perlu dikembangkan seterusnya mengingat produk kacang tanah dipakai untuk bahan baku industri makanan dan pakan seperti industri kacang kulit, kacang garing, kacang bawang, industri ice cream, industri bumbu-bumbuan serta industri catering. Karena semakin beragamnya pemakaian kacang tanah menyebabkan permintaan akan komoditas ini semakin meningkat bahkan produksi yang ada sebesar 759.533 ton pada tahun 2014 belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri jadi harus mendatangkan kacang tanah dari luar negeri sebesar 119.496 ton.

Kacang tanah siap dipanen ketika mencapai kematangan biji yang tepat. Tahap pemanenan yang terlalu cepat membuat biji menjadi keriput. Sebelum pemanenan, untuk tanah yang sedikit kering sebaiknya dibasahi terlebih dulu supaya polong tak banyak tertinggal ketika pencabutan. Dan untuk penanganan kacang tanah yang terlambat panen, harus dipisahkan dengan yang sudah tumbuh dan masih muda dan yang akan disimpan.

Penanganan pasca panen kacang tanah di tingkat petani umumnya masih dikerjakan secara tradisional seperti panen, perontokan polong, pengeringan, pengupasan kulit dan sortasi. Kegiatan ini membutuhkan cukup banyak tenaga kerja jadi pada saat tertentu sering terjadi penundaan proses penanganan pasca panen yang akibatnya pada penurunan kualitas hasil dan tingginya tingkat kehilangan hasil.

PANEN DAN PASCA PANEN KACANG TANAH

Panen
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan pemanenan kacang tanah. Salah satu yang harus diperhatikan yaitu perubahan warna daun ketika masa panen datang. Kesalahan masa panen akan menghasilkan kacang polong yang keriput dan tak layak jual.

Penentuan Masa Panen
Masa panen kacang tanah bisa ditentukan oleh deskripsi varietas, umur tanaman, dan kenampakan fisik. Berdasarkan umur tanaman, maka kacang tanah yang siap di panen tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek sekitar 3-4 bulan dan umur panjang sekitar 5-6 bulan.

Teknik Pemanenan
Sesudah pencabutan tanaman kemudian polong dibersihkan dan dijemur dibawah sinar matahari, memilih polong bila dibutuhkan untuk benih dan yang lainnya disimpan, dikonsumsi bisa juga di pasarkan langsung atau bisa dibuat berbagai jenis produk makanan.

Baca Juga :
PASCA PANEN

Di Indonesia kacang tanah dikonsumsi untuk makanan sehari-hari dalam bentuk makanan ringan, sebagian bahan tambahan dalam industri pangan, dan sebagian kecil lainnya diolah untuk diambil minyaknya. Perlakuan pascapanen kacang tanah meliputi panen, perontokan, pengeringan, dan pengupasan kulit.

Penanganan pascapanen kacang tanah masih dikerjakan secara tradisional kecuali untuk kegiatan perontokan dan pengupasan kulit. Kacang tanah dipanen dengan cara mencabutnya dari tanah memakai tangan, kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Polong kacang tanah kemudian dilepaskan dari batangnya, kemudian dijemur kembali untuk menurunkan kadar airnya. Kacang tanah sering sekali disimpan dalam bentuk polong karena lebih aman dari serangan hama. Biasanya kegiatan pokok pasca panen kacang tanah yaitu sebagai berikut.

Pengumpulan
Brangkasan yang belum dipipil jangan ditumpuk. Brangkasan tanaman bisa dipotong di lahan terbuka jadi tinggal cabang dan polongnya saja kemudian dijemur, sedangkan brangkasannya bisa dikumpulkan.

Perontokan 
Perontokan merupakan awal penanganan pascapanen kacang tanah. Proses ini bisa mempengaruhi mutu polong seperti persentase kotoran, polong rusak,dan rendemen biji. Kehilangan hasil pada proses perontokan polong ini cukup besar, berkisar 0,5%-2% dalam bentuk tercecer dan susut mutu. Sekarang ini, sebagian besar petani masih melaksanakan perontokan polong secara manual. Kapasitas perontokan masih rendah, baru 8-10 kg/jam/orang.

Selain itu, cara manual ini bisa menyebabkan susut yang cukup besar, yaitu biji tercecer 2% dan kerusakan 2%. Pemakaian mesin perontok polong kacang tanah bisa membantu mempercepat perontokan, karena kapasitas kerjanya lebih tinggi dibanding cara manual. Tak hanya itu, susut mutu lebih kecil dan polong lebih bersih.

Pemipilan
Pipil polong Kacang tanah dari batangnya dengan tangan. Tahap pemipilan polong kacang tanah ini bisa juga dikerjakan sesudah polong kering.

Pengeringan
Tebarkan polong kacang tanah diatas anyaman bambu atau tabir sambil dijemur dibawah terik matahari sampai kering kadar air sekitar 9%–12%. Sesudah panen, pengeringan harus dikerjakan sesegera mungkin. Apabila ditimbun lama menyebabkan tumpukan benih menjadi panas, respirasi benih berlangsung cepat, jadi vigor awal benih menjadi rendah. Pengeringan harus dilaksanakan dalam keadaan cuaca sangat baik.

Penyortiran dan Penggolongan
Tahap ini polong kacang tanah bisa dipilah sesuai polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan, kemudian seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang. Dengan cara ditampi atau diayak untuk memisahkan polong dari kotoran, pisahkan juga untuk polong bernas. Kemudian kumpulkan polong yang baik, bernas dan seragam ukurannya.

Penyimpanan
Benih kacang tanah seyogyanya disimpan dalam bentuk polong. Benih yang sudah terbuka dari polongnya beresiko gampang terserang hama gudang serta lebih cepat merosot daya tumbuhnya. Benih kacang tanah polong curah bisa disimpan dalam karung, drum atau silo. Apabila memakai karung atau drum, maka perlu disusun di atas alas kayu supaya sirkulasi udara lancar dan tak lembab. Dan apabila memakai silo perlu diperhatikan kesehatan benih dari gangguan penyakit dan hama gudang.

Penyimpanan benih yang tak baik, tak akan bisa mempertahankan daya tumbuh benih. Daya tumbuh benih akan terus menurun dan umumnya hanya mampu bertahan paling lama 4 bulan. Selain serangga yang berupa ngengat dan kumbang, jasad pengganggu yang penting perlu diwaspadai yaitu tikus.

Kerusakan benih kacang tanah dalam bentuk polong yang disebabkan oleh serangga relatife kurang berarti, mengingat serangga gudang umumnya kurang bisa berkembang biak apabila kadar air kurang dari 10% dan kelembaban nisbi digudang kurang dari 40%. Tak hanya itu, serangga gudang tak akan bertahan hidup pada suhu di atas 42 derajat celcious yang berlangsung lama. Beberapa hama gudang yang bisa merusak biji-bijian.

Pengendalian hama gudang bisa dikerjakan secara preventif ataupun sesudah ada gejala serangan. Pencegahan dikerjakan dengan sanitasi gudang, pemeriksaan benih yang disimpan digudang, dan perawatan gudang. Selain itu, harus diupayakan supaya kadar air benih yang akan disimpan tak lebih dari 14%.


Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Transparan, Karung Polos ataupun Karung yang lainnya untuk pengemasan ketika pascapanen atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)
Telp : 031- 8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564

Catatan :
– Minimal order 5.000 lembar
– harga netto (tidak termasuk PPN)
– harga franco Surabaya, belum termasuk ongkos kirim ke kota tujuan
– harga tidak mengikat, bisa berubah setiap waktu

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggunaan Karung Beras Untuk Mengatasi Pasca Panen Kacang Tanah, Lebih Awet"

Posting Komentar